Kenangan Tak Terhapuskan di Tabali: Jejak Cinta Pater Luis Diaz dalam Iman Umat Sanjuan

Photo Author
Tarwan Stanis, Reportase NTT
- Sabtu, 28 Juni 2025 | 09:21 WIB
Pater Aloysius Luis Diaz, SVD.
Pater Aloysius Luis Diaz, SVD.

 

REPORTASENTT.COM, LARANTUKA- Setiap tanggal 24 Juni, umat Katolik di Lingkungan Tabali, Kecamatan Larantuka, Kabupaten Flores Timur, menyambut pesta pelindung Hati Amat Kudus Yesus.

Di balik prosesi dan doa yang mengalun di kapela kecil itu, ada satu nama yang terus hidup dalam ingatan mereka, Pater Aloysius Luis Diaz, SVD.

Imam tua yang wafat dalam usia 94 tahun ini bukan sekedar seorang rohaniwan.

Baca Juga: Dendam di Pasar Maumere: Tendangan Maut di Tengah Sengketa Utang Nyawa Melayang

Ia adalah ayah, sahabat, penuntun jiwa. Bagi umat Tabali, kehadirannya adalah berkat yang menubuh dalam keseharian.

Cerita-cerita tentangnya masih sering dibisikkan dalam senyap doa, di bangku kayu kapela yang ia tinggali dalam kenangan.

“Setiap kali pesta pelindung, saya selalu mendampingi beliau dari Armida Lebao ke Kapela Tabali. Karena usia, beliau sudah tidak kuat berjalan jauh. Tapi semangatnya tak pernah luntur,” kenang Iwan Diaz, keponakan Pater Luis, melalui unggahan di media sosial.

Baca Juga: DPR RI Buka Suara! 97 WNI Berhasil Dievakuasi, Sisanya Masih Terjebak di Tengah Konflik Iran-Israel

Setelah setiap misa atau kegiatan umat, ada satu kebiasaan yang tak pernah ditinggalkannya.

“Sebentar, saya sembayang dulu dalam kapela, baru kita pulang,” ucap Iwan, menirukan kalimat sederhana yang begitu lekat di telinganya.

Doa adalah napas hidup Pater Diaz. Ia berdoa bukan hanya untuk umatnya, tetapi bersama mereka, menjadi bagian dari pergumulan dan harapan yang sama.

Baca Juga: Belum Terima SK, 4 ASN PPPK Flores Timur Meninggal Dunia! Ini Langkah Mengejutkan Pemda

Membawa Dua Patung, Memilih Satu Hati

Sebuah kisah kecil pernah diceritakan Pater Luis Diaz kepada umat.

Saat menginjakkan kaki di Tabali, ia datang membawa dua patung, Patung Hati Amat Kudus Yesus dan Patung Maria Bunda Segala Bangsa.

Pilihan umat saat itu jatuh pada Hati Amat Kudus Yesus.

Baca Juga: Ketua Bhayangkari Ende Jatuh Dua Kali Demi Bantu Warga Terpencil, Medan Ekstrim Tak Halangi Misi Kemanusiaan

Halaman:

Editor: Tarwan Stanis

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X