Pasca sidak yang viral tersebut, Ratu Wulla mulai melakukan evaluasi menyeluruh terhadap struktur dan kewenangan staf di Dinas Pendidikan.
Ia menyoroti tumpang tindih tugas antarbagian, termasuk dugaan intervensi yang dilakukan oleh Sekretariat pada bidang-bidang teknis lainnya tanpa pendelegasian yang jelas.
Baca Juga: Sentuh Hati Warga Wolojita, Kapolres Ende Diganjar Penghargaan Bergengsi dari Kapolda NTT
“Karena dari struktur itu kita akan tahu kewenangan-kewenangan apa yang dimiliki. Di Sekretariat itu ada tugas kerja. Apakah Sekretariat dapat mencaplok urusan bidang lain? Apakah itu sesuai aturan?” ungkapnya saat memimpin rapat internal.
Bupati juga meminta Penjabat (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk segera menjelaskan struktur kepegawaian, termasuk peran operator tunjangan yang diduga menjadi simpul kemacetan administrasi.
Respons ASN dan Pro- kontra Publik
Namun tidak semua pihak sepakat dengan cara yang ditempuh.
Baca Juga: Uskup Agung Ende Soroti Fenomena Buruh Migran: Perlu Perlindungan Menyeluruh
Catherina, staf yang mendapat teguran langsung, menyebut dirinya merasa “dipermalukan di depan publik” dan menyesalkan keputusan Bupati untuk menyiarkan sidak secara langsung.
Di media sosial, perdebatan pun mencuat. Sebagian netizen menilai tindakan Bupati sebagai bentuk keberanian yang jarang terlihat di birokrasi daerah.
Namun sebagian lainnya menilai tindakan emosional di ruang publik dapat menciptakan rasa takut dan trauma di lingkungan ASN.
“Bagus sidaknya, tapi jangan sampai bikin trauma ASN,” tulis salah satu pengguna media sosial.