news

Bupati Pati Minta Maaf soal Kegaduhan Kenaikan PBB, Siap Tinjau Ulang Kebijakan

Jumat, 8 Agustus 2025 | 20:32 WIB
Bupati Pati, Sudewo.

 

 






REPORTASENTT.COM-  Bupati Pati, Sudewo, menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat atas kegaduhan yang muncul akibat polemik kenaikan tarif Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) yang rencananya akan diberlakukan hingga 250 persen.

Permintaan maaf tersebut disampaikan menyusul insiden kericuhan antara warga dan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang terjadi pada Selasa (5/8).
 
Dalam unggahan di akun Instagram resmi @humaspati, Kamis (7/8), Sudewo menegaskan bahwa langkah Satpol PP murni dilakukan untuk menjaga ketertiban saat berlangsungnya kirab budaya.
 
 
 Baca Juga: Ibu Rumah Tangga di Kupang Dianiaya Saat Dini Hari, Suami Resmi Jadi Tersangka!


“Tidak bermaksud melakukan perampasan, hanya ingin memindahkannya supaya tidak mengganggu kirab boyongan,” ujar Sudewo.

Ia juga mengklarifikasi pernyataannya yang sempat menuai kontroversi terkait perkiraan jumlah massa yang akan hadir dalam aksi unjuk rasa, yakni 5.000 hingga 50.000 orang.
 
Sudewo menepis anggapan bahwa pernyataan itu merupakan bentuk tantangan terhadap warga yang menolak kenaikan tarif PBB.
 
 
 
Baca Juga: Hanya Berhenti untuk Buang Air Kecil, Gadis Ini Justru Diperas Pakai Parang  di Kupang

“Saya tidak menantang rakyat, saya hanya ingin menyampaikan supaya demo berjalan lancar,” katanya.

Terkait kebijakan kenaikan tarif PBB, Sudewo menegaskan bahwa angka 250 persen bukanlah tarif rata yang diterapkan kepada seluruh objek pajak.
 
Menurutnya, angka tersebut merupakan batas maksimal yang berlaku untuk sejumlah objek tertentu.
 
 
 Baca Juga: Pemkab Flores Timur Mulai Bangun Laboratorium Kesehatan Daerah Senilai Rp12,1 Miliar


“Kenaikan 250 persen itu tidak semuanya, itu hanya maksimal. Yang di bawah 50 persen, 100 persen, banyak,” jelasnya.

Sudewo pun membuka peluang untuk melakukan evaluasi terhadap kebijakan tersebut apabila terbukti memberatkan masyarakat.

“Kalau memang ada yang nuntut 250 persen itu diturunkan, akan saya tinjau ulang,” ucapnya.
 
 
Baca Juga: Panglima TNI Rotasi 42 Jenderal: Siapa Saja yang Tergeser?

Ia juga melaporkan bahwa hingga saat ini realisasi pembayaran PBB di Kabupaten Pati telah mencapai hampir 50 persen.

Menutup pernyataannya, Sudewo mengakui masih banyak kekurangan di masa awal kepemimpinannya.
 
Ia menyatakan komitmennya untuk terus memperbaiki tata kelola pemerintahan dengan mendengar masukan dari masyarakat.
 
 
 Baca Juga: Siapa Saja Mantan Presiden yang Hadir 17 Agustus? Mensesneg Beri Bocoran Menarik


“Saya masih banyak kekurangan. Saya akan mendengarkan segala masukan. Saya tetap konsisten untuk pembangunan Kabupaten Pati. Mohon dukungan selalu,” tutupnya.


Tags

Terkini