Ia memprotes karena mendapati sejumlah bagian tidak diperbaiki dengan baik, antara lain lampu belakang tidak terpasang sempurna, baut kap motor tidak kencang, serta aki yang dipasang adalah aki bekas.
"Motor saat harganya 25 juta, masa hanya perbaikan sedikit saja sampai 20 juta?. Jangan tipu kami," ujar pendeta tersebut.
Diduga, motor hanya diganti kap, tanpa servis menyeluruh sesuai kesepakatan.
Perdebatan pun terjadi antara pendeta dengan pemilik bengkel dan karyawan.
Baca Juga: Gelombang Protes Gen Z dari Nepal hingga Peru: Dari Medsos ke Jalanan
Setelah dimediasi oleh aparat Polres Yahukimo, bengkel mengembalikan Rp 5 juta dan berjanji memperbaiki motor secara menyeluruh dengan biaya Rp 15 juta.
Kasus tersebut kini sudah diselesaikan secara kekeluargaan setelah dilakukan mediasi oleh pihak kepolisian.