news

Di Tengah Banjir Aceh, Video Call Ibu dan Anak Ini Bikin Netizen Menangis

Minggu, 14 Desember 2025 | 14:27 WIB
Seorang ibu di Aceh Tamiang menangis saat video call dengan anaknya di Yaman berkat internet satelit relawan masjid Jogja di lokasi banjir terisolir. (Foto/ Ist)

REPORTASENTT.COM, ACEH- Di tengah bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, sebuah momen sederhana justru mampu mengaduk emosi warganet. Sebuah video call antara seorang ibu di Aceh dan anaknya yang sedang menempuh pendidikan di Yaman viral di media sosial dan membuat banyak netizen meneteskan air mata.

Video tersebut diunggah oleh akun Instagram @marbot.aplikasi pada Sabtu, 13 Desember 2025.

Hingga kini, video itu telah ditonton lebih dari 300 ribu kali dan disukai sekitar 30 ribu pengguna.

Baca Juga: Yuni Damayanti Angkat Tantangan Perempuan Berpolitik dalam Sosialisasi Empat Pilar JSL di Solor Selatan

Dalam video tersebut, sang ibu yang berada di daerah terdampak banjir akhirnya bisa terhubung dengan anaknya setelah berhari-hari terputus komunikasi akibat gangguan listrik dan jaringan telekomunikasi.

Momen haru terjadi ketika keduanya saling menyapa.

Sang ibu tampak tak kuasa menahan tangis saat melihat wajah anaknya di layar ponsel.


Baca Juga: Dialog Empat Pilar MPR RI di Solor, Warga Lewograran Soroti Etika Politik dan Pemangkasan Dana Desa


“Waalaikumsalam, nggak apa-apa mamak di sini aman. Nggak apa-apa. Nggak ada sinyal, lampu mati,” ucap sang ibu dengan suara bergetar.

Ia pun memastikan kondisi anaknya yang berada jauh di perantauan.

“Baik semua? Sehat-sehat semua? Di sini juga sehat,” lanjutnya.


Baca Juga: Disorot Mahfud MD, Peraturan Kepolisian Penempatan Polri di Kementerian Dinilai Tak Bertumpu pada UU

Dalam keterangan unggahan dijelaskan bahwa video call tersebut bisa terwujud berkat bantuan relawan Masjid Jogja yang membawa internet satelit ke lokasi terdampak.

“Dengan membawa internet satelit, relawan Masjid Jogja mempertemukan mahasiswa Indonesia di Yaman dengan orang tuanya yang terisolir akibat banjir tanpa listrik dan jaringan,” tulis akun tersebut.

Dari kolom komentar, diketahui sang ibu berada di Aceh Tamiang, sementara anaknya bernama Subeqi Firdaus, seorang mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh studi di Yaman.

Baca Juga: Pelni Bakal Pindah Kantor Cabang ke Lembata, Kepala Cabang Ajukan Trayek Baru Lembata– Kumai dan Lembata– Denpasar


“Jazakumullah khoiron kakak kelas saya, ustaz @banualfth dan tim yang sudah datang jauh-jauh dari Jawa ke rumah saya di Aceh Tamiang. Akhirnya saya bisa video call dengan orang tua saya,” tulis Subeqi.

Sementara itu, persoalan listrik dan jaringan komunikasi di Aceh masih dalam tahap pemulihan. PLN menyebutkan, banjir besar menyebabkan lima Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Langsa–Pangkalan Brandan roboh, sehingga sistem kelistrikan Aceh terputus dari jaringan besar Sumatera.

Halaman:

Tags

Terkini