news

Tak Banyak yang Tahu, Warna Galon Bisa Jadi Penanda Risiko Kesehatan

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:33 WIB
Menyoroti penuturan ketua komunitas konsumen Indonesia (KKI), David Tobing yang viral di medsos terkait usia galon yang tak layak pakai. (Instagram.com/@undercover.id)



“Aturan itu baru berlaku penuh empat tahun dari 2024, artinya sampai 2028,” ucapnya.


KKI mengaku telah menyampaikan keberatan kepada BPOM terkait kebijakan tersebut.

“Saya sudah protes ke BPOM, kelamaan ini,” ujar David.

 

Baca Juga: Disorot Kasus Pandji Pragiwaksono, Komika Arie Kriting Jelaskan Batas Aman Komedi soal Agama



Ia mendorong agar galon yang telah digunakan selama empat tahun diganti secara menyeluruh.

“Empat tahun lagi, ganti semua galon. Jangan dibiarkan tetap beredar,” katanya.


David mengimbau masyarakat lebih selektif saat membeli air minum galon, terutama memperhatikan kondisi fisik kemasan.

 

Baca Juga: Cuaca Buruk, Pencarian Pendaki Diduga Hilang di Bukit Mongkrang Karanganyar Dihentikan Sementara



“Konsumen punya hak memilih,” ujarnya.

Ia menilai masih banyak galon tua yang tampak buram dan kusam beredar di masyarakat.

“Kalau dikasih galon tua, buram, kusam, konsumen berhak menolak,” katanya.

Baca Juga: Dua Keluarga Kurang Mampu di Manggarai Timur Terima Bantuan Rumah dari Kapolda NTT



Menurutnya, warna galon dapat menjadi petunjuk awal keamanan kemasan.

“Warna galon itu penting supaya terhindar dari potensi bahaya,” ucap David.

Selain itu, konsumen juga diminta memeriksa kode produksi galon.

 

Baca Juga: Dari Informasi Nelayan hingga Penangkapan, Begini Terungkapnya Bom Ikan di Sikka

“Periksa kode produksi. Galon baru dan lama harganya sama, jadi konsumen berhak minta yang baru,” tutupnya.

Halaman:

Tags

Terkini