Dorong Program Satu Juta Porang, Pemdes Watu Lanur di Manggarai Timur Mulai dari Kebun Desa

Photo Author
Natanael Kwintalis Helan, Reportase NTT
- Selasa, 20 Januari 2026 | 18:19 WIB
Kepala Desa Watu Lanur Fransiskus Sanur meninjau kebun desa yang menjadi lokasi awal penanaman ribuan bibit porang program Satu Juta Porang.  (Foto Acong/ Reportase NTT)
Kepala Desa Watu Lanur Fransiskus Sanur meninjau kebun desa yang menjadi lokasi awal penanaman ribuan bibit porang program Satu Juta Porang. (Foto Acong/ Reportase NTT)

REPORTASENTT.COM, BORONG- Pemerintah Desa (Pemdes) Watu Lanur, Kecamatan Lamba Leda Selatan, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, mulai menggerakkan program Satu Juta Porang dari kebun desa.



Program inisiatif ini memanfaatkan lahan kebun desa seluas 20 are sebagai tahap awal pengembangan budidaya porang yang ditargetkan menjadi penggerak ekonomi masyarakat.



Kepala Desa Watu Lanur Fransiskus Sanur mengatakan, saat ini penanaman telah dilakukan di lahan seluas 2 are dengan jumlah 2.000 bibit porang.

 

Baca Juga: Cuaca Buruk, Pencarian Pendaki Diduga Hilang di Bukit Mongkrang Karanganyar Dihentikan Sementara

 

Dari total luas kebun desa, potensi penanaman diperkirakan mencapai 10.000 bibit.



Total luas kebun desa 20 are, sementara dua are sudah ditanami 2.000 pohon. Dengan perhitungan tersebut, estimasi keseluruhan penanaman mencapai sekitar 10.000 pohon, dikatakannya saat dihubungi melalui WhatsApp, Selasa (20/1/2025).



Menurut Fransiskus, kebun desa dipilih sebagai langkah awal agar masyarakat dapat melihat langsung hasil program sebelum diterapkan secara luas.

 

Baca Juga: Kasus Guru Dikeroyok Siswa di SMK 3 Tanjung Jabung Timur Berakhir Damai Usai Mediasi



Porang dinilai sebagai potensi unggulan desa yang mampu meningkatkan ekonomi keluarga dalam jangka panjang.

 

Pemdes memulai dari kebun desa agar sosialisasi kepada masyarakat lebih mudah dan tidak dianggap sekadar program formal, ungkapnya.

Ia menjelaskan, pengembangan porang ke depan tidak lagi bertumpu pada penjualan umbi mentah, tetapi diarahkan pada penguatan hilirisasi industri dan pasar ekspor yang lebih stabil.

Halaman:

Editor: Natanael Kwintalis Helan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X