Dorong Program Satu Juta Porang, Pemdes Watu Lanur di Manggarai Timur Mulai dari Kebun Desa

Photo Author
Natanael Kwintalis Helan, Reportase NTT
- Selasa, 20 Januari 2026 | 18:19 WIB
Kepala Desa Watu Lanur Fransiskus Sanur meninjau kebun desa yang menjadi lokasi awal penanaman ribuan bibit porang program Satu Juta Porang.  (Foto Acong/ Reportase NTT)
Kepala Desa Watu Lanur Fransiskus Sanur meninjau kebun desa yang menjadi lokasi awal penanaman ribuan bibit porang program Satu Juta Porang. (Foto Acong/ Reportase NTT)

 

Baca Juga: TPPO atau Pelanggaran Administratif? Polda NTT Ungkap Kebenaran di Balik Kasus Viral

Pemerintah saat ini telah memperketat regulasi ekspor porang dalam bentuk umbi mentah dan mewajibkan ekspor produk olahan seperti chip, tepung, maupun glukomanan, kata dia.



Dalam lima tahun mendatang, Fransiskus memprediksi produk turunan porang akan semakin meluas. Selain ekspor, porang juga berpeluang diolah di dalam negeri menjadi beras, mi, pasta, hingga bahan baku kosmetik dan farmasi.



"Langkah ini dinilai sejalan dengan target pemerintah menjadikan Indonesia sebagai pelopor glukomanan global,"ungkapnya.

Baca Juga: Kejari Flores Timur Gelar Ekspose, Dugaan Korupsi Proyek IPA Desa Helan Langowuyo Mencuat

Ia menambahkan, porang juga diproyeksikan sebagai pangan masa depan karena kandungan glukomanan yang rendah gula dan baik bagi kesehatan.

"Dengan meningkatnya konsumsi dalam negeri, petani diharapkan tidak lagi sepenuhnya bergantung pada pasar ekspor," tutup dia.

 

Laporan: Acong Harson

Halaman:

Editor: Natanael Kwintalis Helan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X