news

Di Hadapan Ibu dan Nenek Almarhum, Gubernur NTT Sampaikan Maaf Negara: Kematian Anak di Ngada Jadi Tamparan Nurani Kekuasaan

Minggu, 8 Februari 2026 | 10:25 WIB
Gubernur NTT Melki Laka Lena menyapa keluarga almarhum YB di Ngada, menyampaikan belasungkawa dan permohonan maaf negara atas tragedi kemanusiaan yang menyentak nurani. (Foto/ Humas Prov. NTT)

 

REPORTASENTT.COM, NGADA-  Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melki Laka Lena menyebut kematian seorang anak di Kabupaten Ngada sebagai peringatan sosial serius yang menyingkap kegagalan kolektif lintas sektor, pemerintah, agama, hingga struktur budaya, dalam melindungi kelompok paling rentan.


Peristiwa meninggalnya YB, seorang anak di Kampung Dona, Desa Naruwolo, Kecamatan Jerebuu, tidak hanya menyisakan duka mendalam bagi keluarga, tetapi juga mengguncang kesadaran publik tentang kemiskinan, akses pendidikan, dan kehadiran negara di wilayah terpinggirkan.



Di tengah keterbatasan ekonomi yang masih dialami banyak warga NTT, nilai kebersamaan, saling menjaga, dan gotong royong selama ini menjadi penyangga utama kehidupan sosial.

 

Baca Juga: Hujan Deras Mengubah Kelas Jadi Aliran Air, Potret Perjuangan Siswa SD di Amfoang Timur NTT Ini Mengundang Keprihatinan

 

Namun, tragedi ini memunculkan pertanyaan besar, di mana nilai-nilai itu ketika seorang anak kehilangan nyawa di lingkungan yang seharusnya melindungi?



Gubernur Melki menegaskan, tragedi tersebut tidak dapat dipandang sebagai kejadian individual semata.

 

Ia menyebutnya sebagai cermin kegagalan kepedulian bersama, mulai dari pemerintah daerah, komunitas keagamaan, hingga sistem sosial budaya yang selama ini menjadi fondasi masyarakat NTT.

 

Baca Juga: Tangkap dan Pukul Maling di Tokonya, Pemilik Usaha di Deli Serdang Jadi Tersangka, Polda Sumut Rilis Poster DPO



“Kemiskinan materi tidak boleh berujung pada kemiskinan kepedulian,” tegas Melki.

Halaman:

Tags

Terkini