Menurutnya, keluarga, warga sekitar, dan seluruh elemen masyarakat semestinya saling memperhatikan agar tidak ada lagi anak yang terabaikan dari kebutuhan paling dasar.
Pada Sabtu siang (7/2/2026), Gubernur Melki mendatangi rumah duka almarhum YB.
Baca Juga: Warga Ngampang Mas Soroti Mutu Proyek Jalan Rp1,2 Miliar di Borong
Kehadirannya didampingi Bupati Ngada Raymundus Benda, Wakil Bupati Ngada Bernadinus Dhey Ngebu, Bupati Nagekeo Simplisius Donatus, Wakil Bupati Ende Domi Mere, jajaran DPRD, serta perwakilan pemerintah provinsi dan kabupaten sekitar.
Di hadapan ibu, nenek, dan kakak almarhum, Melki menyampaikan permohonan maaf atas belum hadirnya negara secara utuh dalam menjaga anak-anak di wilayah paling rentan.
Ia menyebut kematian YB sebagai tamparan nurani bagi seluruh pemegang kekuasaan di NTT.
Baca Juga: Ribuan Porsi Makan Gratis, Nol Kendala: Membaca Pelaksanaan MBG di Sikka Lebih Dalam
Tragedi ini, yang disebut terjadi akibat keterbatasan keluarga dalam memenuhi perlengkapan sekolah, menjadi pesan paling keras bahwa seluruh perangkat sosial harus diaktifkan kembali, agar solidaritas dan gotong royong tidak berhenti sebagai jargon, tetapi hadir nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Artikel Terkait
Gunakan Acuan KUHP Baru, Polisi Limpahkan Kasus Pencabulan Anak ke Kejari Kupang
Warga Ngampang Mas Soroti Mutu Proyek Jalan Rp1,2 Miliar di Borong
Video Perjalanan Tiga Guru SMP di Padang Pariaman Viral, Lewati Sawah hingga Bukit Demi Menyambangi Siswa yang Tak Kunjung Masuk Sekolah
Tangkap dan Pukul Maling di Tokonya, Pemilik Usaha di Deli Serdang Jadi Tersangka, Polda Sumut Rilis Poster DPO
Hujan Deras Mengubah Kelas Jadi Aliran Air, Potret Perjuangan Siswa SD di Amfoang Timur NTT Ini Mengundang Keprihatinan