REPORTASENTT.COM, NGADA- Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melki Laka Lena menyebut kematian seorang anak di Kabupaten Ngada sebagai peringatan sosial serius yang menyingkap kegagalan kolektif lintas sektor, pemerintah, agama, hingga struktur budaya, dalam melindungi kelompok paling rentan.
Peristiwa meninggalnya YB, seorang anak di Kampung Dona, Desa Naruwolo, Kecamatan Jerebuu, tidak hanya menyisakan duka mendalam bagi keluarga, tetapi juga mengguncang kesadaran publik tentang kemiskinan, akses pendidikan, dan kehadiran negara di wilayah terpinggirkan.
Di tengah keterbatasan ekonomi yang masih dialami banyak warga NTT, nilai kebersamaan, saling menjaga, dan gotong royong selama ini menjadi penyangga utama kehidupan sosial.
Namun, tragedi ini memunculkan pertanyaan besar, di mana nilai-nilai itu ketika seorang anak kehilangan nyawa di lingkungan yang seharusnya melindungi?
Gubernur Melki menegaskan, tragedi tersebut tidak dapat dipandang sebagai kejadian individual semata.
Ia menyebutnya sebagai cermin kegagalan kepedulian bersama, mulai dari pemerintah daerah, komunitas keagamaan, hingga sistem sosial budaya yang selama ini menjadi fondasi masyarakat NTT.
“Kemiskinan materi tidak boleh berujung pada kemiskinan kepedulian,” tegas Melki.
Artikel Terkait
Gunakan Acuan KUHP Baru, Polisi Limpahkan Kasus Pencabulan Anak ke Kejari Kupang
Warga Ngampang Mas Soroti Mutu Proyek Jalan Rp1,2 Miliar di Borong
Video Perjalanan Tiga Guru SMP di Padang Pariaman Viral, Lewati Sawah hingga Bukit Demi Menyambangi Siswa yang Tak Kunjung Masuk Sekolah
Tangkap dan Pukul Maling di Tokonya, Pemilik Usaha di Deli Serdang Jadi Tersangka, Polda Sumut Rilis Poster DPO
Hujan Deras Mengubah Kelas Jadi Aliran Air, Potret Perjuangan Siswa SD di Amfoang Timur NTT Ini Mengundang Keprihatinan