REPORTASENTT.COM, LARANTUKA- Puluhan pemuda yang tergabung dalam Alumni Himpunan Mahasiswa Pelajar Asal Kelubagolit (HIMPAK)- Kupang menggelar aksi seribu lilin untuk mengenang kematian dari Novi Uba Soge dan bayinya Maria.
Aksi ini digelar persis di depan Kantor Bupati Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, Kamis (21/2/2024), pukul 19:00 Wita.
Kramano Pepak Koordinator aksi kepada Reportase NTT mengatakan, seruan aksi seribu lilin ini untuk mengenang dan mendoakan ketenangan arwah dari Novi dan Maria.
Baca Juga: Obat Nyamuk, Hanguskan Satu Unit Rumah dan Bengkel di Jayapura
Dimana tambah Kraman, nyawa Novi Uba Soge dan bayinya, tak bisa diselamatkan setelah melahirkan di RSUD Larantuka, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, Sabtu 16 Maret 2024 lalu.
Bagi Kraman, Novi telah menjadi martir bagi ibu- ibu yang lain di Flores Timur dan Indonesia pada umumnya.
Dalam orasi saat aksi itu, HIMPAK mempertanyakan kinerja RSUD Larantuka.
Baca Juga: Balap Liar, Polisi Amankan Belasan Sepeda Motor di Pamekasan
Mereka juga menuntut agar hasil audit maternal perinatal di rumah sakit umum Larantuka ini secepatnya dapat dipublikasikan agar diketahui oleh seluruh masyarakat Flores Timur.
HIMPAK juga menilai pelayanan publik di RSUD Hendrikus Fernandez Larantuka saat ini kurang memadai.
Mereka juga meminta agar pihak rumah sakit meningkatkan pelayanan khususnya ibu- ibu, ditengah terbatasnya fasilitas, terlebih kata mereka, pada ruangan operasi.
Baca Juga: Penerapan Cukai MBDK dan Kemasan Plastik Belum Dibahas, Dolfie: Mau Ditutup dengan Apa?
Dalam aksi ini juga, mereka membentangkan poster bertuliskan 'malam seribu lilin, solidaritas peduli kemanusiaan. Rip Novita Uba dan Maria (anak).
Juga terdapat tiga pamflet juga turut dibentangkan yang bertuliskan; RSUD Larantuka butuh air bersih, 18 Miliar, Akal sehat tidak akan mati ketika hak mendapat pelayan kesehatan dikebiri, rumah sakit bukan rumah kematian.