REPORTASENTT.COM, JAKARTA- Kehebohan tengah melanda jagat sepak bola nasional.
Sebuah video yang memperlihatkan proses undian (drawing) Liga 4 Indonesia viral di media sosial.
Bukan karena kemeriahannya, tetapi karena dugaan adanya kejanggalan serius, salah satu petugas membuka bola undian di bawah meja, jauh dari pandangan publik.
Baca Juga: Indonesia Siap Evakuasi 1.000 Warga Gaza, Misi Kemanusiaan atau Dilema Diplomatik?
Kejadian itu langsung memicu reaksi keras dari berbagai pihak, termasuk Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, yang secara tegas menyoroti proses undian tersebut sebagai tidak profesional dan tidak transparan.
“Jangan pernah main-main dengan kompetisi Liga! Kami menyesalkan pelaksanaan drawing Liga 4 yang berlangsung secara tidak profesional. Kami desak agar dilakukan drawing ulang dengan prosedur yang adil dan terbuka,” tegas Erick dalam keterangan resminya di Jakarta, Jumat (11/4), dikutip melalui PSSI.
PSSI menilai bahwa insiden ini bukan hanya mencederai semangat fair play, tetapi juga berpotensi merusak kepercayaan publik terhadap sistem kompetisi sepak bola di tanah air.
Baca Juga: Pendulang Emas Diserang, TNI Sebut Aksi Brutal OPM Langgar HAM Berat
Liga 4 memang kerap luput dari sorotan, tetapi bagi federasi, kompetisi ini adalah fondasi penting dalam pembinaan pemain muda dan klub daerah.
Lebih lanjut, PSSI mengungkapkan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap panitia pelaksana dan berkomitmen mencegah insiden serupa terjadi lagi di masa depan.
Video pengundian yang beredar menampilkan momen mencurigakan ketika seorang petugas tampak membuka bola undian di bawah meja.
Baca Juga: Persebata Siap Menggebrak LIGA 4 Nasional, 20 Pemain Dipanggil ke TC Menuju Jember
Artikel Terkait
Paus Fransiskus Terima Raja Charles III dan Ratu Camilla dalam Audiensi Pribadi di Vatikan
Persebata Siap Menggebrak LIGA 4 Nasional, 20 Pemain Dipanggil ke TC Menuju Jember
PERSEFTIM Flores Timur Siap Tempur di Grup A Liga 4 Nasional, Laga Digelar di Pekalongan
Pendulang Emas Diserang, TNI Sebut Aksi Brutal OPM Langgar HAM Berat
Indonesia Siap Evakuasi 1.000 Warga Gaza, Misi Kemanusiaan atau Dilema Diplomatik?