Pendulang Emas Diserang, TNI Sebut Aksi Brutal OPM Langgar HAM Berat

Photo Author
Natanael Kwintalis Helan, Reportase NTT
- Jumat, 11 April 2025 | 06:43 WIB
Kapuspen TNI Brigjen TNI Kristomei Sianturi, S.Sos., M.Si (Han) memberi keterangan kepada media usai upacara Pemberangkatan Satgas TNI Kontingen Garuda UNIFIL TA. 2025 di Lapangan Prima, Mabes TNI. (Foto Puspen TNI)
Kapuspen TNI Brigjen TNI Kristomei Sianturi, S.Sos., M.Si (Han) memberi keterangan kepada media usai upacara Pemberangkatan Satgas TNI Kontingen Garuda UNIFIL TA. 2025 di Lapangan Prima, Mabes TNI. (Foto Puspen TNI)

 

REPORTASENTT.COM, YAHUKIMO- Pada tanggal 8 April 2025 menjadi hari kelam bagi warga sipil pendulang emas di Distrik Suntamon, Kabupaten Yahukimo.

Sekelompok orang bersenjata yang diduga bagian dari Organisasi Papua Merdeka (OPM) melakukan penyerangan brutal, menewaskan sejumlah warga sipil tak bersalah.

Aksi ini mendapat kecaman keras dari TNI yang menyebutnya sebagai pelanggaran berat Hak Asasi Manusia (HAM) dan kejahatan kemanusiaan.

 Baca Juga: PERSEFTIM Flores Timur Siap Tempur di Grup A Liga 4 Nasional, Laga Digelar di Pekalongan

Kapuspen TNI, Brigjen TNI Kristomei Sianturi, dalam keterangan pers pada Kamis (10/4/2025), menyatakan bahwa laporan dari satuan TNI di lapangan membenarkan adanya serangan terhadap warga sipil yang tengah bekerja sebagai pendulang emas.

“Serangan ini merupakan bentuk nyata kebiadaban terhadap warga sipil yang tidak bersenjata. Ini bukan hanya tindakan kriminal, tapi juga kejahatan kemanusiaan yang serius dan pelanggaran berat HAM,” tegas Brigjen Kristomei.

Hingga kini, jumlah pasti korban masih belum dapat dipastikan akibat keterbatasan akses komunikasi di lokasi kejadian yang terpencil dan sulit dijangkau.

 Baca Juga: Persebata Siap Menggebrak LIGA 4 Nasional, 20 Pemain Dipanggil ke TC Menuju Jember

Menanggapi informasi simpang siur yang menyebutkan bahwa korban merupakan prajurit TNI, Brigjen Kristomei meluruskan bahwa informasi tersebut adalah hoaks.

“Tidak ada prajurit TNI yang gugur. Klaim tersebut adalah bagian dari propaganda untuk mengalihkan perhatian dan memanipulasi opini publik,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa pola serupa pernah terjadi sebelumnya.

 Baca Juga: Polisi Ungkap Motif Dokter Residen yang Bius dan Perkos4 Anak Pasien di RSHS, Diperkuat Pemeriksaan Forensik

Di Distrik Angruk, OPM disebut melakukan kekerasan terhadap guru dan tenaga kesehatan dengan dalih mereka adalah aparat keamanan, padahal para korban adalah warga sipil yang tengah menjalankan tugas kemanusiaan di wilayah pedalaman.

Halaman:

Editor: Natanael Kwintalis Helan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X