REPORTASENTT.COM, JAKARTA- Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengumumkan langkah besar dalam diplomasi kemanusiaan: Indonesia siap mengevakuasi 1.000 warga Palestina dari Jalur Gaza.
Rencana ini disebut sebagai bentuk respons cepat terhadap krisis kemanusiaan akibat agresi berkepanjangan di Gaza.
Evakuasi dirancang untuk menampung sementara kelompok paling rentan, seperti anak-anak yatim, korban luka, serta warga yang mengalami trauma berat.
Baca Juga: Pendulang Emas Diserang, TNI Sebut Aksi Brutal OPM Langgar HAM Berat
Langkah ini bersifat sementara dan tidak dimaksudkan sebagai relokasi permanen.
Misi Kemanusiaan
Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, menjelaskan evakuasi ini merupakan bentuk solidaritas kemanusiaan dan tidak mengarah pada pengosongan wilayah Gaza.
Dijelaskanya, Indonesia menolak segala bentuk pemindahan paksa rakyat Palestina, yang dinilai melanggar hukum internasional.
“Ini bukan relokasi permanen. Tujuannya adalah perlindungan sementara hingga kondisi memungkinkan mereka kembali ke tanah airnya,” ujar Sugiono dalam konferensi pers di Jakarta.
Baca Juga: PERSEFTIM Flores Timur Siap Tempur di Grup A Liga 4 Nasional, Laga Digelar di Pekalongan
Dukungan dari Daerah, Siap Tampung Pengungsi
Sejumlah kepala daerah memberikan dukungan penuh terhadap rencana ini. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, bahkan mengusulkan agar anak-anak Palestina yang dievakuasi dibina melalui pesantren.
Sikap serupa datang dari Jawa Barat dan tokoh masyarakat yang menyatakan kesiapan menyediakan fasilitas pendidikan dan layanan kesehatan bagi para pengungsi.
Artikel Terkait
Niat Nongkrong Malam- malam, Pulang Malah Dapat Oleh- oleh Jahitan di RSUD S.K. Lerick Kota Kupang
Paus Fransiskus Terima Raja Charles III dan Ratu Camilla dalam Audiensi Pribadi di Vatikan
Persebata Siap Menggebrak LIGA 4 Nasional, 20 Pemain Dipanggil ke TC Menuju Jember
PERSEFTIM Flores Timur Siap Tempur di Grup A Liga 4 Nasional, Laga Digelar di Pekalongan
Pendulang Emas Diserang, TNI Sebut Aksi Brutal OPM Langgar HAM Berat