Diplomasi Senyap di Balik Layar
Presiden Prabowo disebut tengah menjalin komunikasi intensif dengan sejumlah negara, termasuk Mesir, Turki, Qatar, Yordania, dan Uni Emirat Arab.
Baca Juga: Uni Eropa Tangguhkan Tarif Balasan untuk AS Selama 90 Hari: Damai Dagang atau Jeda Sebelum Badai?
Selain rencana evakuasi, pemerintah Indonesia juga merancang pengiriman tim medis serta pembangunan rumah sakit lapangan di Gaza sebagai bagian dari pendekatan diplomasi kemanusiaan aktif.
Evakuasi ini diperkirakan akan dimulai pada awal masa pemerintahan Prabowo.
Penolakan dari Ormas Islam Besar
Di tengah dukungan, muncul gelombang kritik dari organisasi keagamaan terbesar di Indonesia.
Majelis Ulama Indonesia (MUI), Nahdlatul Ulama (NU), dan Muhammadiyah menyatakan keberatan terhadap rencana tersebut.
KH Cholil Nafis dari MUI mengkhawatirkan bahwa evakuasi dapat dianggap mendukung upaya pengosongan Gaza oleh Israel.
“Masalahnya bukan warga Gaza, tapi agresi Israel yang terus berlanjut,” tegasnya.
Wakil Ketua Umum MUI, Buya Anwar Abbas, menilai langkah ini bisa menjadi bagian dari strategi jangka panjang Israel dan sekutunya.
Sementara itu, Ketua PBNU, KH Ulil Abshar Abdalla, menyebut rencana ini sebagai “blunder politik”.
Baca Juga: Wapres Gibran Kunjungi Ruang Operation Room PELNI, Terungkap Teknologi Canggih di Balik Layanan Mudik Lebaran 2025
Mereka mendorong pemerintah untuk fokus pada upaya penghentian agresi dan penguatan bantuan medis langsung di wilayah konflik, alih-alih memindahkan warga dari tanah kelahirannya.
Antara Nurani dan Strategi: Ujian Posisi Indonesia
Artikel Terkait
Niat Nongkrong Malam- malam, Pulang Malah Dapat Oleh- oleh Jahitan di RSUD S.K. Lerick Kota Kupang
Paus Fransiskus Terima Raja Charles III dan Ratu Camilla dalam Audiensi Pribadi di Vatikan
Persebata Siap Menggebrak LIGA 4 Nasional, 20 Pemain Dipanggil ke TC Menuju Jember
PERSEFTIM Flores Timur Siap Tempur di Grup A Liga 4 Nasional, Laga Digelar di Pekalongan
Pendulang Emas Diserang, TNI Sebut Aksi Brutal OPM Langgar HAM Berat