Mereka melaporkan panen perdana padi di Desa Mata Air, Kecamatan Kupang Tengah, yang digelar 20 September lalu.
Panen simbolis dilakukan di lahan seluas 1 hektar dari total 25 hektar yang akan dipanen bertahap.
Baca Juga: Ratusan Anak Keracunan Program MBG di TTS, Polri Gerak Cepat Dirikan Posko Darurat
Pemerintah Provinsi NTT turut mendukung melalui optimasi lahan, sedangkan Pemerintah Kabupaten Kupang membantu dengan bantuan hand tractor.
Usai panen musim April–September, petani kini bersiap menghadapi musim tanam Oktober–Desember, dengan target Indeks Pertanaman (IP) 3 atau tiga kali tanam dalam setahun.
Artikel Terkait
Kasus Ashanty dan Ayu: Fakta Hukum, Tudingan Miliar, dan Perang Narasi di Media Sosial
Dugaan Pemerasan Polisi di Lembata, Ombudsman: Jangan Cemari Reformasi Polri!
Ratusan Anak Keracunan Program MBG di TTS, Polri Gerak Cepat Dirikan Posko Darurat
Bukan Dicoret! Ini Alasan Marselino Belum Gabung Timnas U-23 Jelang SEA Games 2025
Politik Kolaborasi ala Melki Laka Lena di Rakerda Demokrat NTT: Menenun Kolaborasi Menuju 2029