REPORTASENTT.COM, JAKARTA- Kementerian Kebudayaan Buka Pendaftaran Dana Indonesiana 2025, Total Anggaran Rp465 Miliar
Jakarta – Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia resmi membuka pendaftaran Dana Indonesiana 2025.
Program pendanaan strategis ini bertujuan mendukung pelaku budaya di seluruh Indonesia. Peluncuran dilakukan langsung oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon di Graha Utama, Gedung A, Kementerian Kebudayaan, Senin (6/5/2025).
“Dana Indonesiana adalah bukti nyata bahwa negara hadir untuk menjaga, mengembangkan, dan memajukan kebudayaan sebagai fondasi masa depan bangsa,” kata Fadli dalam keterangan tertulis yang diterima InfoPublik.
“Dana Indonesiana adalah bukti nyata bahwa negara hadir untuk menjaga, mengembangkan, dan memajukan kebudayaan sebagai fondasi masa depan bangsa,” kata Fadli dalam keterangan tertulis yang diterima InfoPublik.
Baca Juga: Mercy Barends: Pendidikan di Daerah 3T Masih Jauh dari Layak, Pendekatan Normatif Dinilai Gagal
Fadli menegaskan, pendanaan publik sangat penting agar warisan budaya, pengetahuan adat, hingga inovasi kreatif tetap hidup dan berkembang lintas generasi.
Program ini didanai dari Dana Abadi Kebudayaan yang diatur dalam UU No. 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan serta Perpres No. 111 Tahun 2021.
Fadli menegaskan, pendanaan publik sangat penting agar warisan budaya, pengetahuan adat, hingga inovasi kreatif tetap hidup dan berkembang lintas generasi.
Program ini didanai dari Dana Abadi Kebudayaan yang diatur dalam UU No. 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan serta Perpres No. 111 Tahun 2021.
Tahun ini, total anggaran yang disiapkan mencapai sekitar Rp465 miliar.
Dana tersebut akan disalurkan kepada lebih dari 1.000 penerima manfaat, mulai dari individu, komunitas, hingga lembaga budaya.
Dana Indonesiana 2025 mengusung tema “Pemajuan Kebudayaan yang Inklusif, Harmonis, dan Berkelanjutan”.
Dana Indonesiana 2025 mengusung tema “Pemajuan Kebudayaan yang Inklusif, Harmonis, dan Berkelanjutan”.
Dengan skema yang semakin fleksibel, pelaku budaya dapat mengakses dukungan finansial untuk berbagai aktivitas, mulai dari produksi karya hingga pelestarian warisan budaya.
Setidaknya ada 11 kategori pendanaan yang dibuka tahun ini, antara lain:
- Penciptaan karya kreatif-inovatif
- Sinema Indonesia
- Kajian objek pemajuan budaya dan cagar budaya
- Restorasi dan pemeliharaan artefak
- Sustainable cultural heritage
- Dokumentasi pengetahuan maestro
- Interaksi budaya
- Wirausaha budaya
- Pendayagunaan ruang publik
- Distribusi internasional
- Dukungan institusional
Program ini dijalankan oleh Kementerian Kebudayaan sebagai PMO (Program Management Office) dan LPDP sebagai pengelola dana.
Direktur Fasilitasi Riset LPDP, Dr. Ayom Widipaminto, mengungkapkan bahwa nilai pokok Dana Abadi Kebudayaan telah meningkat signifikan dari Rp1 triliun pada 2021 menjadi Rp5 triliun pada 2025.
“Dengan strategi investasi yang hati-hati dan terukur, kami memastikan dana ini tumbuh berkelanjutan dan berdampak luas,” ujarnya.
Baca Juga: Dermaga Waekelambu Labuan Bajo Rusak Parah Dihantam Kapal, Netizen Soroti Hal Ini!
Penerima manfaat sebelumnya, seperti Seno Joko Suyono dari Borobudur Writers and Cultural Festival (BWCF), turut memberikan testimoni.
Penerima manfaat sebelumnya, seperti Seno Joko Suyono dari Borobudur Writers and Cultural Festival (BWCF), turut memberikan testimoni.
Menurutnya, Dana Indonesiana telah memungkinkan BWCF mengembangkan konsep moving festival yang menjangkau berbagai kota bersejarah di Indonesia.
Pendaftaran Dana Indonesiana 2025 dilakukan secara daring melalui laman resmi: https://danaindonesiana.kemenbud.go.id. Proses seleksi akan dilakukan oleh tim ahli independen dari berbagai bidang kebudayaan.
Pendaftaran Dana Indonesiana 2025 dilakukan secara daring melalui laman resmi: https://danaindonesiana.kemenbud.go.id. Proses seleksi akan dilakukan oleh tim ahli independen dari berbagai bidang kebudayaan.
Baca Juga: Polisi Ekshumasi Makam Brigadir Nurhadi, Telusuri Dugaan Kejanggalan Kematian
“Kebudayaan bukan milik satu wilayah atau generasi, tapi warisan dan tanggung jawab bersama. Mari jaga Dana Indonesiana agar setiap rupiah berdampak nyata bagi masa depan budaya Indonesia,” tutup Fadli. (Infopublik.id).
“Kebudayaan bukan milik satu wilayah atau generasi, tapi warisan dan tanggung jawab bersama. Mari jaga Dana Indonesiana agar setiap rupiah berdampak nyata bagi masa depan budaya Indonesia,” tutup Fadli. (Infopublik.id).