REPORTASENTT.COM, LARANTUKA- Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang melalui Keluarga Mahasiswa Katolik (KMK) menggelar seminar bertajuk “Pembangunan Pertanian Lahan Kering Berkelanjutan Menuju Masa Depan Flores Timur yang Mandiri dan Sejahtera” di Desa Gekeng Deran, Kecamatan Tanjung Bunga, Kabupaten Flores Timur, Selasa (15/4/2025).
Kegiatan ini diinisiasi sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap isu pertanian lahan kering yang menjadi tantangan utama di Flores Timur, khususnya dalam mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan di tengah keterbatasan sumber daya air.
Ketua Umum KMK Faperta Undana, Yohanes Lanang, dalam sambutannya, menyampaikan seminar ini merupakan bentuk tanggung jawab mahasiswa, tidak hanya dalam pengembangan iman, tetapi juga sebagai agen perubahan di bidang pertanian.
Baca Juga: Erupsi Gunung Lewotobi Laki- laki, Kolom Abu Capai 1.000 Meter! Warga Diminta Siaga
"Kami dari KMK sadar akan pentingnya pendalaman iman dalam mengikuti prosesi Semana Santa di Larantuka. Namun, sebagai mahasiswa Faperta, kami ingin menunjukkan identitas akademik kami dengan menyelenggarakan kegiatan ilmiah berupa seminar pertanian. Tema yang kami angkat ini relevan dengan kondisi riil Flores Timur, terutama dalam upaya pembangunan pertanian lahan kering yang berkelanjutan," jelas Yohanes.
Lebih lanjut, Yohanes mengungkapkan alasan pemilihan lokasi seminar di Desa Gekeng Deran.
Menurutnya, desa tersebut sedang dalam tahap pengembangan produktivitas jagung di lahan kering, dengan luasan mencapai ratusan hektare.
Baca Juga: Peti Tuan Ana di Puncak Semana Santa: Siapa Sosok Berjubah Putih yang Memikulnya?
Dalam seminar ini, panitia menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai kalangan, antara lain perwakilan Dinas Pertanian Kabupaten Flores Timur, Yohana Feliphin Maran, S.TP; penyuluh pertanian dari Balai Penyuluhan Pertanian, Elias Siran Kelen, S.P; serta anggota DPRD Kabupaten Flores Timur, Adrianus Ida Liwun, S.E.
Adrianus Ida Liwun dalam paparannya menekankan pentingnya komitmen DPRD dalam mendorong alokasi anggaran yang memadai untuk pengembangan pertanian, khususnya di wilayah-wilayah lahan kering.
Artikel Terkait
Terbongkar! Jaringan Sabu Pasca Lebaran Digulung Polisi, 132 Gram Barang Bukti dan Lima Tersangka dari Tiga Lokasi
Cerita Perjalanan Peledang Lamalera: Arungi Lautan Menuju Larantuka, Mengawal Sampan Arca Yesus Tersalib
Hujan Iringi Prosesi Jumat Agung di Larantuka, Ribuan Peziarah Khusyuk Meski Basah Kuyup
Peti Tuan Ana di Puncak Semana Santa: Siapa Sosok Berjubah Putih yang Memikulnya?
Erupsi Gunung Lewotobi Laki- laki, Kolom Abu Capai 1.000 Meter! Warga Diminta Siaga