Di Tengah Sorak Sorai Hardiknas, SMK Wulanggitang Tenggelam dalam Abu dan Diam Pemerintah

Photo Author
Tarwan Stanis, Reportase NTT
- Jumat, 2 Mei 2025 | 20:28 WIB
Inilah kondisi SMK Wulanggitang, Kecamatan Wulanggitang,  Kabupaten Flores Timur.  (Foto / ist)
Inilah kondisi SMK Wulanggitang, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur. (Foto / ist)

 

Oleh: Tarwan Stanis

 

REPORTASENTT.COM, KUPANG- Pagi itu, Jumat (2/5/2025), alun-alun I.H. Doko di jantung Kota Kupang berubah menjadi panggung kemeriahan.

Bendera merah-putih berkibar diiringi derap kaki siswa dan lagu kebangsaan yang menggema, menandai peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun ini.

Di bawah tema “Partisipasi Semesta Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”, ratusan pasang mata menatap panggung kehormatan, tempat para pejabat berdiri, memberi hormat, dan menyampaikan janji-janji tentang masa depan pendidikan.

Namun jauh di timur pulau Flores, di lereng Gunung Lewotobi Laki-laki yang masih menyisakan amarah dalam diamnya, SMKN 1 Wulanggitang justru terbenam dalam senyap, dalam abu, dan dalam pengabaian.

Baca Juga: Dugaan Kekerasan Asusila di Kupang: Jejak Sang Guru di Balik Perkara Tiga Remaja

Bukan seremoni, melainkan perjuangan. Bukan pidato, melainkan tenda robek yang melindungi papan tulis dan meja belajar.

Di tengah ribuan siswa NTT menari, menyanyi, dan bersajak, ratusan siswa SMKN 1 Wulanggitang mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) hingga mengikuti ujian akhir pun bukan di sekolah mereka, tapi di gedung SMA Negeri 1 Lewolaga, puluhan kilometer jauhnya yang mereka pinjam.

“Sudah hampir enam bulan kami belajar di tenda darurat di Konga,” ujar Yakobus Milan Dawan, kepala SMK tersebut, dalam wawancara dengan Reportase NTT (8/4/2025) lalu.

Suaranya tenang, tapi matanya menyimpan lelah yang tak bisa diucapkan.

Baca Juga: Sumur Bor Program 100 Hari Bupati Flotim Mulai Dikerjakan di Solor, DPRD Soroti Proses Tender

“Belajar di bawah tenda, dengan panas dan hujan, dengan angin dan lumpur. Bagaimana anak-anak ini bisa fokus menghadapi belajar atau ujian?”

Gedung sekolah mereka rusak berat, dihantam material letusan Gunung Lewotobi sejak akhir 2024.

Halaman:

Editor: Tarwan Stanis

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X