Hadiri Dies Natalis FH UNWIRA, Wagub NTT Tekankan Penegakan Hukum dan Integritas Birokrasi

Photo Author
Yuga Yuliana, Reportase NTT
- Sabtu, 6 Juni 2026 | 19:00 WIB
Wagub NTT Johni Asadoma menyampaikan materi saat Seminar Nasional Dies Natalis ke-40 Fakultas Hukum Unwira di Kupang, Jumat, 5 Juni 2026. (Foto : Oan Wutun)
Wagub NTT Johni Asadoma menyampaikan materi saat Seminar Nasional Dies Natalis ke-40 Fakultas Hukum Unwira di Kupang, Jumat, 5 Juni 2026. (Foto : Oan Wutun)

Selain itu, pendidikan hukum dan literasi politik perlu diperluas agar masyarakat memahami hak dan kewajibannya sebagai warga negara.

Selain supremasi hukum, Johni menaruh perhatian pada pentingnya membangun birokrasi yang berintegritas. Menurut dia, reformasi birokrasi tidak hanya berkaitan dengan penyederhanaan prosedur administrasi, tetapi juga menyangkut budaya kerja, profesionalisme, transparansi, dan akuntabilitas.

"Birokrasi yang berintegritas akan melahirkan pelayanan publik yang berkualitas, memperkuat kepercayaan masyarakat, serta mempercepat pembangunan daerah. Karena itu, penguatan budaya kerja yang berintegritas harus menjadi perhatian bersama," katanya.

 

Baca Juga: Tim Burung Hantu Ungkap Tujuh Laporan Kriminal Masyarakat di Kabupaten Ende



Ia juga menekankan peran strategis perguruan tinggi dalam menjaga demokrasi dan supremasi hukum. Kampus dinilai memiliki tanggung jawab moral untuk melahirkan pemikiran kritis, mendorong perubahan sosial yang berkeadilan, sekaligus mengawal konstitusi.

Sementara itu, narasumber seminar, Antonius Yohanes Bala, mengangkat isu perlindungan hak-hak masyarakat adat dalam berbagai kebijakan pembangunan. Menurut dia, keadilan harus hadir dalam setiap proses pengambilan keputusan agar manfaat pembangunan dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat.

Rangkaian Dies Natalis ke-40 Fakultas Hukum Unwira tersebut menjadi ruang diskusi akademik sekaligus forum strategis untuk memperkuat kesadaran kolektif dalam menjaga demokrasi, keadilan, dan supremasi hukum di Indonesia.

 

Baca Juga: Diduga Bom Perang Dunia II Meledak di Biak, 5 Orang Tewas dan 3 Masih Dicari

Menutup pemaparannya, Johni mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menempatkan hukum sebagai landasan utama kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Menjaga supremasi hukum bukan hanya tugas pemerintah atau aparat penegak hukum, melainkan tanggung jawab bersama. Dengan hukum yang tegak, kita dapat mewujudkan cita-cita nasional untuk melindungi segenap bangsa, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan menghadirkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," katanya.

Halaman:

Editor: Yuga Yuliana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X