Diduga Bom Perang Dunia II Meledak di Biak, 5 Orang Tewas dan 3 Masih Dicari

Photo Author
Yuga Yuliana, Reportase NTT
- Senin, 1 Juni 2026 | 17:53 WIB
Kondisi rumah warga di Kompleks Perikanan, Kelurahan Fandoi, Biak Kota, Papua, yang rusak parah akibat ledakan diduga bom peninggalan Perang Dunia II, Minggu (31/5/2026). (Foto Humas Pro_Biak )
Kondisi rumah warga di Kompleks Perikanan, Kelurahan Fandoi, Biak Kota, Papua, yang rusak parah akibat ledakan diduga bom peninggalan Perang Dunia II, Minggu (31/5/2026). (Foto Humas Pro_Biak )

REPORTASENTT.COM, BIAK,– Ledakan dahsyat yang diduga berasal dari sisa bom Perang Dunia II mengguncang Kompleks Perikanan, Jalan Walter Monginsidi, Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, Papua, Minggu (31/5/2026).

Peristiwa tersebut mengakibatkan lima orang meninggal dunia, tiga orang lainnya masih dalam pencarian, serta merusak sedikitnya 12 rumah warga di kawasan padat penduduk.

Kapolres Biak Numfor AKBP Ari Trestiawan mengatakan, hasil informasi awal di lapangan mengarah pada dugaan ledakan yang berasal dari bom peninggalan Perang Dunia II.

 

Baca Juga: Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026, Prabowo: Kekayaan Alam Harus Dikelola untuk Kemakmuran Rakyat



"Kejadian ledakan dugaan bom ini peninggalan Perang Dunia II," kata Ari kepada wartawan, Minggu (31/5/2026).

Menurut Ari, ledakan terjadi di area sawah yang berada di sekitar salah satu rumah panggung milik warga.

"Berdasarkan informasi awal di lapangan, ledakan terjadi di area sawah salah satu rumah panggung," ujarnya.

 

Baca Juga: Aliansi OKP Regio Timor Gelar Aksi di Kantor Gubernur NTT, Desak Pemerintah Tindaklanjuti Aspirasi Masyarakat



Insiden tersebut mengundang perhatian publik setelah sejumlah rekaman video beredar di media sosial. Dalam video yang diunggah akun Instagram @alfrethbennyminkambu, terlihat beberapa bangunan rumah mengalami kerusakan parah dan rata dengan tanah akibat kuatnya daya ledak.

Data sementara dari kepolisian mencatat lima korban meninggal dunia masing-masing bernama Deflin Raubaba (41), Moris Raubaba (24), Karmila Ayorbaba (25), Israel Raubaba (7), dan Isril Raubaba (5).

Sementara itu, tiga korban yang masih dalam pencarian yakni Yulianus Raubaba (26), Lai Madura (45), dan Anis Marandof (27).

 

Baca Juga: Sindikat Pengiriman PMI Ilegal Diburu, Polda NTT Amankan Tujuh Korban di Bandara El Tari Kupang



"Kami mengidentifikasi ada lima korban meninggal dan tiga masih dicari," kata Ari.

Selain menimbulkan korban jiwa, ledakan juga menyebabkan kerusakan pada sedikitnya 12 rumah warga. Dari jumlah tersebut, sembilan rumah dilaporkan mengalami kerusakan berat.

Akibat kerusakan tersebut, sebanyak 55 warga terpaksa mengungsi. Jumlah itu terdiri atas 52 orang dewasa dan tiga balita.

 

Baca Juga: Ende, Kota Pancasila: Jejak Perjalanan Bung Karno Merumuskan Dasar Negara di Tanah Pengasingan



Hingga kini, aparat kepolisian bersama Tim Identifikasi Forensik (Inafis) masih melakukan olah tempat kejadian perkara serta mengumpulkan serpihan dan barang bukti untuk memastikan sumber ledakan.

Garis polisi telah dipasang di sekitar lokasi guna mengantisipasi kemungkinan adanya material berbahaya lain yang masih tertinggal di area kejadian.

"Kami mengimbau masyarakat sekitar lokasi ledakan agar tidak mendekati lokasi terlebih dahulu. Kami masih melakukan proses TPTKP dan sterilisasi setelah pengamanan TKP," kata Ari.

 

Halaman:

Editor: Yuga Yuliana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X