Guru TK Sekolah Swasta Curhat di Medsos, Protes Syarat Seleksi PPPK yang Dinilai Diskriminatif

Photo Author
Yuga Yuliana, Reportase NTT
- Sabtu, 5 Oktober 2024 | 06:00 WIB
Maria Imaculata Erniwati saat curhat di facebook terkait PPPK 2024.
Maria Imaculata Erniwati saat curhat di facebook terkait PPPK 2024.

 

REPORTASENTT.COM, LARANTUKA- Melalui akun media sosial facebook, Maria Imaculata Erniwati, seorang Guru TK di Kabupaten Flores Timur, NTT, menyampaikan keluhan dengan nada penuh protes terkait syarat seleksi PPPK 2024 yang tidak membuka ruang bagi guru honorer TK dari sekolah swasta.

Dalam curhatannya, ia mengungkapkan kekecewaan mendalam karena meskipun sudah memiliki gelar sarjana dan sertifikasi, ia tidak dapat melanjutkan pendaftaran karena mengajar di sekolah swasta.

"Pilihan untuk mengajar di sekolah swasta bukan karena saya senang mengajar di sini, tetapi di sekolah negeri tidak bisa menerima kami lagi, terutama guru sertifikasi karena masalah jam mengajar. Jadi kami terpaksa mengajar di sekolah swasta," ungkap Maria.

 Baca Juga: Polisi Gagalkan Tawuran Pelajar, 12 Pelaku Diamankan, Apa Motif di Baliknya?

Bagi Maria, aturan seleksi PPPK tahun 2024 yang tidak menerima guru honorer dari sekolah swasta dianggap sebagai bentuk ketidakadilan.

Ia menekankan bahwa mengajar di sekolah swasta bukanlah pekerjaan yang sepele, tetapi justru merupakan bentuk pengabdian yang nyata bagi masa depan anak- anak bangsa.

"Aturan ini tidak adil bagi kami. Apa kira- kira yang kami kerjakan di sini? Apakah kami hanya mengajar babi, kambing, sapi, ayam, atau pohon-pohon? Kami juga mengajar anak bangsa. Jadi, kenapa kami tidak diterima? Kami juga layak untuk kesempatan yang sama," katanya.

 Baca Juga: Drama Kejar- kejaran di Minimarket! Satu Pelaku Ganjal ATM Tertangkap, Lainnya Kabur Setelah Sundul Mobil Patroli Polisi

Keluhan ini mengundang simpati dari berbagai kalangan, terutama, Ketua PGRI Flores Timur, Maksimus Masan Kian.

Merespon keluhan tersebut, PGRI Flores Timur membuka ruang zoom dan berkomunikasi langsung dengan Maria.

Dalam komunikasi itu, Ketua PGRI Flores Timur menjelaskan terkait kondisi yang dialami guru honor di sekolah swasta secara nasional, dan menyampaikan alternatif solusi yang dapat dilakukan.

 Baca Juga: Kisah Agus Boli, Marianus Sae, dan Ahok: Pengaruh Kuat Meski di Penjara Menjelang Pilkada

Bagi Maksi Masan, cara yang paling efektif dan efisien membantu guru honor di sekolah swasta adalah menegerikan sekolah swasta.

Halaman:

Editor: Yuga Yuliana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X