REPORTASENTT.COM, LARANTUKA- Melalui akun media sosial facebook, Maria Imaculata Erniwati, seorang Guru TK di Kabupaten Flores Timur, NTT, menyampaikan keluhan dengan nada penuh protes terkait syarat seleksi PPPK 2024 yang tidak membuka ruang bagi guru honorer TK dari sekolah swasta.
Dalam curhatannya, ia mengungkapkan kekecewaan mendalam karena meskipun sudah memiliki gelar sarjana dan sertifikasi, ia tidak dapat melanjutkan pendaftaran karena mengajar di sekolah swasta.
"Pilihan untuk mengajar di sekolah swasta bukan karena saya senang mengajar di sini, tetapi di sekolah negeri tidak bisa menerima kami lagi, terutama guru sertifikasi karena masalah jam mengajar. Jadi kami terpaksa mengajar di sekolah swasta," ungkap Maria.
Baca Juga: Polisi Gagalkan Tawuran Pelajar, 12 Pelaku Diamankan, Apa Motif di Baliknya?
Bagi Maria, aturan seleksi PPPK tahun 2024 yang tidak menerima guru honorer dari sekolah swasta dianggap sebagai bentuk ketidakadilan.
Ia menekankan bahwa mengajar di sekolah swasta bukanlah pekerjaan yang sepele, tetapi justru merupakan bentuk pengabdian yang nyata bagi masa depan anak- anak bangsa.
"Aturan ini tidak adil bagi kami. Apa kira- kira yang kami kerjakan di sini? Apakah kami hanya mengajar babi, kambing, sapi, ayam, atau pohon-pohon? Kami juga mengajar anak bangsa. Jadi, kenapa kami tidak diterima? Kami juga layak untuk kesempatan yang sama," katanya.
Keluhan ini mengundang simpati dari berbagai kalangan, terutama, Ketua PGRI Flores Timur, Maksimus Masan Kian.
Merespon keluhan tersebut, PGRI Flores Timur membuka ruang zoom dan berkomunikasi langsung dengan Maria.
Dalam komunikasi itu, Ketua PGRI Flores Timur menjelaskan terkait kondisi yang dialami guru honor di sekolah swasta secara nasional, dan menyampaikan alternatif solusi yang dapat dilakukan.
Baca Juga: Kisah Agus Boli, Marianus Sae, dan Ahok: Pengaruh Kuat Meski di Penjara Menjelang Pilkada
Bagi Maksi Masan, cara yang paling efektif dan efisien membantu guru honor di sekolah swasta adalah menegerikan sekolah swasta.
Artikel Terkait
Kasat Intel Polres Flotim Tegaskan Soal Pengajuan STTP Kampanye: Jangan Tunggu Air di Batang Leher Baru Ajukan!
Pemerintah Sebut 13 Ribu KTP Elektronik Milik Masyarakat Flotim Sedang Dilakukan Perekaman
Diserang Aqun Palsu, Pengaruh Agus Boli Tetap Kuat di Pilkada Flotim 2024, Loyalis Ramai Bela di Media Sosial!
Kisah Agus Boli, Marianus Sae, dan Ahok: Pengaruh Kuat Meski di Penjara Menjelang Pilkada
Panglima TNI Ungkap Makna Mendalam di Balik Ziarah dan Tabur Bunga untuk Para Pahlawan Jelang HUT ke-79 TNI