Cahaya yang terlihat merupakan pantulan sinar Matahari pada gas buangan roket di ketinggian sangat tinggi.
Penjelasan ilmiah serupa juga disampaikan lembaga antariksa seperti NASA dan European Space Agency.
Objek di orbit tetap dapat terlihat terang dari Bumi karena memantulkan cahaya Matahari, meski berada di luar atmosfer.
Baca Juga: RKPD 2027: Strategi Manggarai Timur Dorong Pertumbuhan Berkualitas
Dari perspektif pengamat di Bumi, bagian terang tampak seperti “kepala” yang bergerak turun. Efek tersebut muncul akibat sudut pandang dan pergerakan objek di orbit, bukan karena benda jatuh ke permukaan.
Peristiwa serupa pernah terjadi sebelumnya di Indonesia, saat cahaya di langit dipastikan berasal dari sisa roket atau aktivitas antariksa.
Fenomena tersebut tidak membahayakan karena terjadi di luar atmosfer dan tidak mengarah ke Bumi.
Baca Juga: Jejak Perdagangan Komodo ke Thailand Terbongkar, Jaringan Lintas Daerah Disergap di Manggarai Timur
BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan selektif menerima informasi, terutama yang mengaitkan kejadian tersebut dengan spekulasi non-ilmiah.
Artikel Terkait
Konflik PHK di RS Bukit Lewoleba: Aturan Yayasan vs UU Ketenagakerjaan, Mediasi Berjalan Tanpa Kesepakatan
Nyaris Jadi Korban Amuk Massa, Remaja Pelaku Curanmor di Kupang Diselamatkan Polisi
Jejak Foto Ungkap Curanmor RSU Leona: Mahasiswa Semester Akhir Dibekuk di Baumata Barat
Polisi Mediasi Kasus Guru Aniaya Dua Siswa di Kupang, Berakhir Damai
Gempa Dangkal Dekat Larantuka, Adonara Paling Parah Terdampak, 200 Lebih Rumah Rusak