REPORTASENTT.COM, KUPANG- Ada yang berbeda dari peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di Kupang tahun ini. Tidak ada kericuhan, tidak ada blokade jalan, bahkan tak ada suara sirine yang meraung-raung.
Justru, suasana damai dan tertib mewarnai seluruh rangkaian aksi yang digelar Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) Wilayah NTT, Kamis (1/5).
Dengan mengerahkan kekuatan penuh, Polresta Kupang Kota yang dibantu oleh personel BKO dari Polda NTT, Brimob, serta unsur TNI dari Korem 161/Wira Sakti, berhasil mengawal jalannya aksi dari awal hingga akhir tanpa satu insiden pun.
Dengan mengerahkan kekuatan penuh, Polresta Kupang Kota yang dibantu oleh personel BKO dari Polda NTT, Brimob, serta unsur TNI dari Korem 161/Wira Sakti, berhasil mengawal jalannya aksi dari awal hingga akhir tanpa satu insiden pun.
Baca Juga: Ironi Erupsi Lewotobi: Warga Penyintas Disiksa 4 Oknum TNI, Korban Disambit dan Direndam Air, Ini Respon Dandim!
Pengawalan ketat dilakukan sejak titik kumpul di Kelurahan Oetete, hingga iring-iringan massa buruh tiba di lokasi utama, Mapolda NTT, Kelurahan Naikoten Dua.
Pengawalan ketat dilakukan sejak titik kumpul di Kelurahan Oetete, hingga iring-iringan massa buruh tiba di lokasi utama, Mapolda NTT, Kelurahan Naikoten Dua.
Tak hanya polisi lalu lintas, namun juga pasukan pengamanan tersebar di 11 titik strategis, termasuk Kantor Gubernur, DPRD, Bandara El Tari, hingga Pelindo Tenau.
“Hari ini luar biasa. Pengamanan dari pagi hingga sore berjalan dengan sangat aman dan lancar,” tegas Kapolresta Kupang Kota, Kombes Aldinan RJH Manurung dalam apel konsolidasi di Lapangan Bhayangkara, Mapolda NTT.
“Hari ini luar biasa. Pengamanan dari pagi hingga sore berjalan dengan sangat aman dan lancar,” tegas Kapolresta Kupang Kota, Kombes Aldinan RJH Manurung dalam apel konsolidasi di Lapangan Bhayangkara, Mapolda NTT.
Baca Juga: Eksklusif: Jejak Rokok Ilegal Sky di Maumere, Bisnis Gelap yang Diduga Dilindungi
Menariknya, aksi buruh tahun ini dikemas berbeda melalui inovasi bernama May Day Fiesta. Tidak ada orasi panas di jalan raya. Sebaliknya, peserta aksi difasilitasi tenda khusus untuk berdialog langsung dengan Forkopimda dan instansi terkait.
Menariknya, aksi buruh tahun ini dikemas berbeda melalui inovasi bernama May Day Fiesta. Tidak ada orasi panas di jalan raya. Sebaliknya, peserta aksi difasilitasi tenda khusus untuk berdialog langsung dengan Forkopimda dan instansi terkait.
Hasilnya? Aspirasi tersampaikan, lalu lintas tetap lancar.
“Inovasi ini bisa jadi contoh. Unjuk rasa tetap bisa dilakukan dengan nyaman, aspiratif, dan tanpa gangguan publik,” ujar Kapolresta.
“Inovasi ini bisa jadi contoh. Unjuk rasa tetap bisa dilakukan dengan nyaman, aspiratif, dan tanpa gangguan publik,” ujar Kapolresta.