REPORTASENTT.COM, LARANTUKA- Pengerjaan sumur bor sebagai bagian dari program 100 hari Bupati Flores Timur (Flotim) mulai dilakukan di Desa Suleng Waseng, Kecamatan Solor Selatan.
Proyek tersebut mulai dikerjakan oleh kontraktor meski proses tender belum rampung.
Kebetulan menyambangi kampung halamannya, Wakil Ketua Komisi III DPRD Flotim, Yakobus Lewar alias Yamin, menyaksikan langsung proses pengeboran di lokasi tersebut.
Baca Juga: Kriminalitas Tinggi di TTU: Satu Kasus Tiap 9 Jam, Polisi Siaga 24 Jam
Kepada media ini, Yamin menyampaikan bahwa mobilisasi alat berat untuk pengerjaan proyek senilai Rp600 juta itu dilakukan sebelum penetapan anggaran oleh DPRD pada Rabu, 30 April 2025.
"Artinya, proyek ini belum melalui proses tender resmi, tapi pemenangnya sudah ditentukan lebih dulu lewat lobi-lobi," ujar Yamin melalui sambungan telepon, Kamis (1/5/2025).
Ia bahkan menegaskan bahwa kabar tentang adanya oknum anggota DPRD yang ikut bermain dalam proyek ini bukan isapan jempol belaka.
Baca Juga: Tak Hanya Profesionalisme, Ini Pesan Mendalam Kapolres Flotim untuk Bhabinkamtibmas
"Ternyata berita yang tersiar bahwa oknum anggota DPRD Flotim bermain proyek itu betul dan benar adanya," tambahnya.
Menurut Yamin, proyek sumur bor ini direncanakan akan dibangun di dua titik, yaitu di wilayah Solor dan Witihama.
Ia berharap proyek tersebut benar-benar dijalankan demi kepentingan masyarakat, bukan untuk mengakomodasi kepentingan pihak tertentu.
Baca Juga: Gaji Kecil Tapi Kena Pajak? Ini Respons Mengejutkan Prabowo di Hari Buruh
"Semoga pengerjaan proyek sumur bor ini tidak memboncengi kepentingan pihak ketiga, tapi semata-mata demi kepentingan masyarakat banyak alias bonum commune," pungkasnya. (Bernad Nara Gere)