PVMBG juga memperingatkan risiko banjir lahar hujan.
Baca Juga: Polisi Ungkap Modus Pengantin Pesanan Istri Gadungan, Hidup Tersandera
Warga yang tinggal di sekitar sungai berhulu dari Gunung Lewotobi Laki-laki diminta waspada, khususnya di wilayah Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote.
Jika terjadi hujan lebat, potensi aliran lahar bisa meningkat dan mengancam permukiman warga di hilir.
Warga Diimbau Tenang, Jangan Percaya Hoaks
PVMBG menekankan pentingnya ketenangan dan disiplin informasi di tengah situasi darurat ini.
Baca Juga: Takut Nyanyi Lagu Indonesia, Dua Penyanyi Curhat di Sidang Uji UU Hak Cipta
Masyarakat diminta tidak menyebarkan kabar yang belum terverifikasi, serta terus mengikuti arahan resmi dari pemerintah daerah maupun pihak berwenang.
Untuk mengurangi dampak paparan abu vulkanik, warga diminta menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut, terutama di wilayah terdampak hujan abu.
Pemantauan Diperketat, Pemerintah Siaga
Koordinasi lintas lembaga terus dilakukan. PVMBG bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Nusa Tenggara Timur melakukan pemantauan ketat terhadap perkembangan aktivitas gunung.
Baca Juga: Beli Beras Bermerek? Waspada, Bisa Jadi Hasil Oplosan Seorang ASN
Pemerintah daerah juga diminta memperkuat komunikasi dengan Pos PGA Lewotobi yang berada di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang.
Masyarakat yang memerlukan informasi lebih lanjut terkait perkembangan Gunung Lewotobi dapat menghubungi PVMBG di Bandung melalui nomor (022) 7272606, atau langsung ke Pos Pengamatan setempat.