Ia juga mendorong setiap perguruan tinggi di NTT membentuk atau memperkuat unit Menwa.
Menurut dia, jika satu kampus belum mampu membentuk, kolaborasi antarperguruan tinggi dapat menjadi solusi agar mahasiswa tetap terwadahi.
Sementara itu, Ahmad Riza Patria mengulas sejarah Menwa yang digagas pada 1959 atas inisiatif Jenderal A.H. Nasution untuk memperkuat komponen cadangan pertahanan negara.
Baca Juga: Penyisiran Intensif Hari Kedua: Kronologi Lengkap Penemuan Mateus Rohi di Perairan Wuring
Ia menyebut, peran Menwa kini meluas hingga mendukung pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.
“Menwa harus setia pada kepentingan negara sekaligus hadir di tengah masyarakat, mendampingi program pemerintah sampai ke desa-desa,” katanya.
Rektor Undana, Jefri S. Bale, berharap Menwa tetap adaptif di tengah perubahan serta menempatkan pendidikan sebagai prioritas utama.
Baca Juga: Anak-anak Belajar di Bawah Tenda: Mengurai Fakta Robohnya SMPN 48 Sa Ate Gaikiu Kabupaten Sikka
Ia mengingatkan anggota Menwa agar menyelesaikan studi tepat waktu dan menghasilkan karya akademik yang berdampak bagi masyarakat.
Adapun Fahmi Haji Abdullahi menyebut jabatan yang diembannya sebagai tanggung jawab moral dan kebangsaan.
Ia merujuk pada Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional yang menempatkan Menwa sebagai bagian dari komponen pendukung pertahanan negara.
Baca Juga: Jaga Stabilitas Harga Menjelang Puasa, Polresta Kupang Kota Bersama Instansi Terkait Gelar Sidak
“Kami siap menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam membangun karakter generasi muda NTT serta menjaga persatuan dan kesatuan bangsa,” kata Fahmi.
Dalam kesempatan itu, Melki menyampaikan harapan agar Menwa menjadi teladan bagi generasi muda melalui daya juang, kepekaan sosial, kecintaan pada tanah air, serta kesiapsiagaan menjaga persatuan dan kedaulatan bangsa.
Pesan tersebut menjadi penekanan utama dalam momentum pelantikan dan pengukuhan dirinya sebagai anggota kehormatan Menwa Mahadana NTT.