REPORTASENTT.COM, ADONARA- Polres Flores Timur bergerak cepat merespons gempa tektonik magnitudo 4,5 yang mengguncang wilayah Kabupaten Flores Timur, Kamis (09/04/2026) sekitar pukul 00.17 Wita.
Episentrum gempa berada di laut pada koordinat 8,43° LS dan 123,12° BT, sekitar 21 kilometer tenggara Larantuka, dengan kedalaman 10 kilometer. Guncangan dirasakan hingga Kecamatan Adonara Timur dan Larantuka.
Kapolres Flores Timur Adhitya Octorio Putra turun langsung ke lokasi terdampak bersama Bupati Flores Timur Antonius Doni Dihen dan jajaran terkait.
Baca Juga: Nyaris Bentrok di Depan Hyperstore Kupang, Berakhir Damai Lewat Mediasi Polisi
Mereka meninjau kondisi lapangan sekaligus menyalurkan bantuan darurat kepada warga.
Bantuan simbolis diberikan kepada warga terdampak, Suban Ratuloly, berupa kasur lipat dan perlengkapan kebutuhan dasar.
Hasil pemantauan awal menunjukkan sejumlah warga mengalami luka ringan hingga berat, serta kerusakan pada fasilitas umum dan puluhan rumah di Kecamatan Adonara Timur.
Kasi Humas Polres Flores Timur Eliezer A. Kalelado menyampaikan pihaknya terus melakukan pemantauan bersama instansi terkait.
Baca Juga: Kasus Narkotika di NTT Naik ke Penuntutan, 5 Tersangka Diserahkan ke Jaksa
“Kami mengimbau masyarakat tetap waspada dan segera menuju lokasi aman untuk mengantisipasi gempa susulan. Aparat kepolisian dan pemerintah daerah terus hadir membantu serta menjaga situasi tetap kondusif,” katanya.
Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana menunjukkan dampak gempa meluas ke lima desa. Pendataan BPBD Flores Timur hingga Kamis (09/04/2026) pukul 17.00 WIB mencatat Desa Terong, Lamahala Jaya, Dawataa, Karing Lamalouk di Kecamatan Adonara Timur, serta Desa Motonwutun di Kecamatan Solor Timur terdampak.
Sebanyak 215 unit rumah mengalami kerusakan dengan tingkat bervariasi. Desa Terong mencatat 134 rumah dan dua fasilitas umum rusak, Lamahala Jaya 70 rumah dan empat fasilitas umum, Dawataa enam rumah, Karing Lamalouk satu rumah, serta Motonwutun empat rumah dan dua fasilitas umum.
Baca Juga: Terungkap! Calo Tiket Kapal Pelni di Kupang Jadikan Penipuan sebagai Mata Pencaharian
Sekitar 1.100 warga terdampak memilih mengungsi secara mandiri ke rumah kerabat maupun mendirikan tenda di lokasi aman.
BPBD Flores Timur terus melakukan penanganan darurat dengan mendistribusikan logistik dan peralatan dari Larantuka menuju Pulau Adonara.