daerah

Prosesi Antar Mahar di Adonara Perkuat Identitas Budaya Lamaholot Lintas Generasi

Senin, 22 Juni 2026 | 21:13 WIB
Perwakilan keluarga laki-laki membawa tiga batang gading sebagai mahar adat dalam prosesi antar belis masyarakat Lamaholot di Desa Helanlangowuyo, Kecamatan Ile Boleng, Flotim.

"Kami siapkan semua ini hampir dua bulan. Saya bersyukur karena kewajiban adat yang sudah lama belum selesai akhirnya bisa dipenuhi," kata Stefanus.

Stefanus dan Yuliana berasal dari kampung yang sama dan menikah pada 1980.

Hampir setengah abad menjalani kehidupan rumah tangga, keduanya tetap memegang teguh tradisi yang diwariskan para leluhur.

Baca Juga: Mahasiswa dan Aktivis Gugat Pasal Penghasutan KUHP, Nilai Rumusan Delik Kabur

Bagi masyarakat Adonara, prosesi antar mahar bukan sekadar persoalan materi.

Tradisi ini menjadi bentuk penghormatan kepada Opu Alap, yakni keluarga perempuan dan leluhur perempuan dalam struktur budaya Lamaholot, sekaligus simbol kehormatan keluarga laki-laki kepada pihak perempuan.

Sebagai Ketua Suku Lamanele Tulitwatun di Desa Helanlangowuyo, Stefanus menilai adat merupakan identitas yang harus terus dijaga lintas generasi.

Baca Juga: Polda NTT Terbitkan Telegram Mutasi, 20 Perwira Isi Jabatan Strategis di Polres Sumba Tengah

"Saya sebagai Tena Gere; Tana Pana, perpanjangan tangan Weruin Bedori dan Pehe Koda Kirin dari Weruin Bedori. Tiga batang gading yang kami serahkan melambangkan kehormatan masyarakat Lamaholot kepada Opu Alap," katanya.

Pada puncak ritual, Suku Lamanele Tulitwatun menyerahkan mahar kepada Opu Lake dari Suku Lamadoken II sesuai ketentuan adat yang berlaku. Penyerahan tiga batang gading menjadi simbol sahnya penyelesaian kewajiban adat antara kedua keluarga besar.

Stefanus mengaku prosesi tersebut membawa ketenangan batin bagi dirinya dan keluarga setelah puluhan tahun menanti penyelesaian adat.

Baca Juga: Mayat Pria di Pantai Ingguhun Rote Ndao Terungkap, Lima Tersangka Pembunuhan Berencana Ditangkap

"Sudah lama belum saya tuntaskan. Hari ini saya bisa penuhi sehingga ada kebahagiaan dalam rumah tangga dan menjadi berkat untuk anak cucu kami," kata Stefanus.

Di tengah arus modernisasi yang terus berkembang di Adonara, masyarakat Helanlangowuyo masih mempertahankan ritual adat sebagai bagian dari identitas budaya.

Prosesi antar mahar menjadi ruang perjumpaan keluarga besar, penguat hubungan antarsuku, sekaligus penanda hidupnya tradisi Lamaholot di Flores Timur.

Halaman:

Tags

Terkini