daerah

Mengenal Tradisi 'Serah Punto Dama' Rangkaian dari Prosesi San Juan di Kota Larantuka

Senin, 1 Juli 2024 | 20:38 WIB
Masyarakat Kampung Tengah, Kelurahan Puken Tobi Wangi Bao, merayakan tradisi Serah Punto Dama dengan penuh suka cita dan kebersamaan. (Foto/ Elen Labina/ Reportase NTT)


REPORTASENTT.COM, LARANTUKA- Larantuka, sebuah kota di ujung timur Pulau Flores, terkenal dengan berbagai tradisi religiusnya yang kaya dan sarat makna.
 
Salah satu tradisi yang menjadi bagian integral dari Prosesi San Juan adalah 'Serah Punto Dama'.
 
Tradisi ini memiliki makna yang sangat sakral bagi masyarakat Larantuka, khususnya  umat Paroki San Juan Lebao Tengah, Larantuka.
 
 Baca Juga: Ada Dua Wilayah di Kabupaten Flotim Teridentifikasi Rawan Jelang Pilada 2024, Ini Harapan Kapolres

Makna 'Serah Punto Dama'

Istilah 'Punto Dama' terdiri dari dua kata dalam bahasa setempat: 'Punto' yang berarti 'puntung' dan 'Dama' yang berarti 'lilin'.
 
Dalam konteks tradisi ini, 'Punto Dama' melambangkan lilin yang telah padam atau lilin yang telah dibakar habis hingga tersisa puntungnya saja.
 
Baca Juga: HUT Bhayangkara ke-78, Kapolres Flotim: Keamanan Adalah Fondasi Dasar Masyarakat

Prosesi San Juan

Prosesi San Juan merupakan rangkaian upacara yang dilaksanakan setiap tahun oleh umat Katolik di Lebao Tengah, sebagai bagian dari perayaan bagi Santo Yohanes Pembaptis, sebagai Santo pelindung Paroki mereka.

Prosesi ini dimulai dengan upacara di gereja dan diikuti dengan arak-arakan yang melibatkan seluruh komunitas.
 
Selama prosesi, masyarakat membawa berbagai atribut religius, termasuk lilin yang melambangkan doa dan harapan mereka.
 
Baca Juga: Pimpinan Daerah Muhammadiyah Flotim Gandeng PDM dan Pimpinan Aisiyah Gelar Bakti Sosial Khitanan

 Serah Punto Dama dalam Prosesi

'Serah Punto Dama' merupakan momen di mana umat menyerahkan puntung lilin yang telah mereka bakar selama prosesi sebagai simbol persembahan dan penutup dari doa mereka.
 
Lilin yang telah padam tersebut melambangkan harapan dan doa yang telah disampaikan kepada Tuhan melalui perantaraan Santo Yohanes Pembaptis.
 
Tradisi ini menegaskan bahwa doa-doa mereka telah diterima dan diresapi, meskipun lilin yang mereka bawa telah padam.
 
Baca Juga: Penolakan Kehadiran Gerai Indo Mart dan Alfamart di Flores Timur Pernah Terjadi Sejak Tahun 2018  

Momen 'Serah Punto Dama' ini juga merupakan waktu refleksi bagi umat Lebao Tengah.
 
Mereka merenungkan makna pengorbanan dan kebersamaan, serta memperkuat iman dan kepercayaan mereka dalam tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.
 
Seperti pantauan ReportaseNTT, pada Minggu (30/06) lalu,  Masyarakat Kampung Tengah, Kelurahan Puken Tobi Wangi Bao, merayakan tradisi Serah Punto Dama dengan penuh suka cita dan kebersamaan.
 
 Baca Juga: Piala Eropa 2024, Inilah Hasil Jerman Versus Denmark,  Cuaca Buruk Hentikan Pertandingan Selama Hampir Setengah Jam  
 
Acara yang telah menjadi bagian penting dari budaya lokal ini kembali digelar dengan meriah, dihadiri oleh warga dari berbagai kalangan.
 
Tradisi Serah Punto Dama ini dilakukan setiap tahun setelah prosesi San Juan.

Pengumpulan lilin dilakukan oleh orang muda serta semua umat lingkungan kampung tengah dan para petugas keamanan lingkungan.
 
Baca Juga: Demi Meningkatkan Popularitas, Presiden Bolivia Dituduh Rencanakan Kudeta Terhadap Dirinya Sendiri   

Lilin-lilin sisa tersebut akan diolah kembali dengan olahan tradisional untuk digunakan kembali pada tahun berikutnya.

Setelah lilin sudah di kumpulkan semua umat kembali berkumpul di kapela San Juan untuk melakukan perjamuan bersama.
 
Dalam momen kebersamaan inilah puntung- puntung lilin diserahkan Kepada tuan Mardomu untuk tahun berikutnya.
 
 Baca Juga: Pro Kontra Kehadiran Alfamart di Flores Timur oleh Netizen di Media Sosial
 
Tradisi 'Serah Punto Dama' dalam Prosesi San Juan bukan hanya sekedar ritual keagamaan, tetapi juga merupakan warisan budaya yang kaya dan penuh makna.

Melalui tradisi ini, umat Paroki Lebao Tengah tidak hanya mengekspresikan iman mereka, tetapi juga menjaga dan melestarikan nilai-nilai luhur yang telah diwariskan oleh leluhur mereka.
 
 
 
Laporan: Elen Labina

Tags

Terkini