Di balik angka-angka itu, ada ancaman nyata yang mengintai radius sektoral 6 kilometer dari kawah bagian utara.
Visual pada pagi hari 18 Januari menampilkan asap kawah putih hingga kelabu membubung setinggi 700 meter, pertanda bahwa Gunung Ibu masih berdenyut penuh energi.
Baca Juga: Presiden Prabowo Panggil Kepala Badan GiziNasional, Ada Apa?
Suasana pos pemantauan yang terus bekerja tanpa henti, meski kantuk dan letih kerap menyelimuti.
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat mengambil langkah cepat dengan meliburkan 10 sekolah di wilayah rawan bencana.
Dinas Pendidikan kini sedang menyusun rencana darurat untuk melanjutkan kegiatan belajar- mengajar di lokasi yang lebih aman.
Namun, di tengah hiruk-pikuk evakuasi dan ketidakpastian, ada kisah solidaritas yang menghangatkan hati.
Warga Desa Tongute membuka pintu rumah mereka untuk saudara-saudara yang mengungsi.
Menunggu di Bawah Bayang- bayang Gunung
Hari-hari berlalu dengan kecemasan, namun juga doa.
Langit kelabu Gunung Ibu mengingatkan semua orang bahwa alam memiliki cara tersendiri untuk berbicara.
Warga Kecamatan Tabaru, dengan segala keterbatasan, menanti saat di mana mereka dapat kembali ke rumah, ke tanah tempat cerita mereka bermula.