REPORTASENTT.COM, KUPANG- Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa Bank NTT yang berlangsung maraton sejak Rabu (14/5) sore hingga Kamis (15/5) dini hari akhirnya menetapkan sejumlah nama calon direksi dan dewan komisaris baru.
Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melkiades Laka Lena menyebut keputusan ini sebagai langkah penting untuk mendorong profesionalisme dan modernisasi Bank NTT.
Rapat yang digelar di Aula Fernandes, Lantai 4 Kantor Gubernur NTT, dimulai sekitar pukul 16.00 WITA dan baru rampung pada pukul 01.30 WITA keesokan harinya.
Baca Juga: MUSIK KEREN” Resmi Diluncurkan Gubernur NTT, Apa Isi dan Dampaknya bagi Rakyat?
Proses panjang terjadi karena pemegang saham meminta klarifikasi mendalam kepada Komite Remunerasi dan Nominas (KRN) terkait tahapan seleksi para calon.
"Kami bersyukur, puji Tuhan, RUPS ini menghasilkan sejumlah keputusan penting demi keberlanjutan dan masa depan Bank NTT," ujar Gubernur Melkiades dalam keterangannya, Kamis (15/5).
Berikut daftar nama-nama calon komisaris dan direksi yang disepakati dan akan diajukan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk proses uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test).
Baca Juga: Kapolres Ende Tekankan Pentingnya Keharmonisan Keluarga bagi Insan Bhayangkara
Calon Komisaris:
- Komisaris Utama: Donny Heatubun
- Komisaris Independen: Frans Gana
- Komisaris Independen: Eko Setiabudi
- Komisaris Independen: Yosef Jiwadeloe
- Komisaris Independen: Perwakilan Bank Jatim
Calon Direksi:
- Direktur Utama: Charlie Paulus, Yohanis Landu Praing
- Direktur Operasional dan SDM: Yohanis Landu Praing, Rahmat Saleh Bobby
- Direktur Kredit: Alo Geong
- Direktur Informatika dan Teknologi: Sonny Pelokila
Baca Juga: Megawati Ungkit Polemik Ijazah Jokowi, Ajak Buktikan Transparansi di Hadapan Rakyat
- Direktur Kepatuhan: Revi (perwakilan Bank Jatim)
- Direktur Treasury dan Keuangan: Heru (perwakilan Bank Artha Graha)
- Direktur Dana: Siti Aksa
Melkiades menekankan bahwa formasi baru ini dipilih dengan prinsip meritokrasi dan profesionalisme.
Baca Juga: Skandal Sianida Terbesar Terungkap, Diduga Terkait Penambangan Emas Ilegal
Ia memastikan bahwa tidak ada unsur politis maupun birokratis dalam penunjukan nama-nama tersebut.
Artikel Terkait
Skandal Sianida Terbesar Terungkap, Diduga Terkait Penambangan Emas Ilegal
Megawati Ungkit Polemik Ijazah Jokowi, Ajak Buktikan Transparansi di Hadapan Rakyat
Tak Cuma Dipenjara, Harta Mantan Menteri Pertanian Ini Terancam Ludes Disita KPK
Kapolres Ende Tekankan Pentingnya Keharmonisan Keluarga bagi Insan Bhayangkara
"MUSIK KEREN” Resmi Diluncurkan Gubernur NTT, Apa Isi dan Dampaknya bagi Rakyat?