Jokowi Laporkan Penuding Ijazah Palsu, Rismon Buka Suara Soal Analisis Digital

Photo Author
Yuga Yuliana, Reportase NTT
- Rabu, 30 April 2025 | 17:46 WIB
Joko Widodo, mantan Presiden Republik Indonesia.  (Foto/ ist.)
Joko Widodo, mantan Presiden Republik Indonesia. (Foto/ ist.)

 

REPORTASENTT.COM, JAKARTA- Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) melaporkan pihak-pihak yang menuding dirinya menggunakan ijazah palsu ke Polda Metro Jaya.

Jokowi menyatakan siap menjalani proses digital forensik guna membuktikan keaslian ijazahnya.

"Kalau diperlukan, ya silakan (digital forensik), yang jelas sudah kita bawa ke ranah hukum," ujar Jokowi kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Rabu (30/4/2025).

Baca Juga: Kapolres Adhitya Putra Turun Tangan! Cek Kesiapan Jelang Latihan Pengendalian Massa

Langkah hukum ini diambil menyusul maraknya tudingan di media sosial soal keabsahan ijazah kepala negara.

Sebelumnya, kelompok yang menamakan diri 'Pemuda Patriot Nusantara' melaporkan kasus serupa ke Polres Metro Jakarta Pusat.

Beberapa tokoh yang disebut terlibat dalam penyebaran tuduhan tersebut antara lain politikus Roy Suryo, dr Tifauzia Tyassuma (dokter Tifa), Rizal Fadillah, dan ahli digital forensik Rismon Hasiholan Sianipar.

Beberapa tokoh yang disebut terlibat dalam penyebaran tuduhan tersebut antara lain politikus Roy Suryo, dr Tifauzia Tyassuma (dokter Tifa), Rizal Fadillah, dan ahli digital forensik Rismon Hasiholan Sianipar.


Baca Juga: Koordinasi Penegakan Hukum Menguat, Kapolres Temui Kajari Flores Timur

Rismon, yang turut dilaporkan, sempat tampil di hadapan publik dan menjelaskan metode ilmiah yang digunakannya dalam menganalisis dokumen digital.

"Ada ilmunya. Pertama, fake document analysis, fake audio analysis, fake image analysis, fake video analysis," kata Rismon dalam program 'Rakyat Bersuara' yang ditayangkan di YouTube iNews, Selasa (29/4).

Ia menegaskan, kajian ilmiah harus dihadapi dengan pendekatan ilmiah pula.

Baca Juga: Konklaf Dimulai 7 Mei: Proses Rahasia Pemilihan Paus Siap Digelar

"Kalau hasilnya tidak disukai orang, jangan merasa nggak suka. Ini kajian ilmiah, harus dilawan dengan kajian ilmiah," tuturnya.

Halaman:

Editor: Yuga Yuliana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X