Gerebek Malam! Polisi Temukan Bungkus Kondom dan Empat Pasangan di Penginapan Nangahure- Sikka

Photo Author
Yuga Yuliana, Reportase NTT
- Minggu, 25 Mei 2025 | 07:41 WIB
Satu pasangan yang bukan suami istri diamankan oleh petugas saat operasi.  (Foto/ TBN Polres Sikka)
Satu pasangan yang bukan suami istri diamankan oleh petugas saat operasi. (Foto/ TBN Polres Sikka)

 

REPORTASENTT.COM, SIKKA- Operasi malam Polres Sikka berubah jadi drama penggerebekan ketika petugas menemukan satu bungkus bekas alat kontrasepsi di salah satu kamar penginapan kawasan Nangahure, Kelurahan Wuring, Kecamatan Alok Barat, Jumat (23/5) tengah malam.

Tak hanya itu, polisi juga mengamankan empat pasangan laki-laki dan perempuan yang bukan pasangan suami istri sah dari lokasi tersebut.

Operasi ini merupakan bagian dari Operasi Pekat Turangga 2025, yang menyasar penyakit masyarakat seperti premanisme, judi, miras, hingga prostitusi terselubung.


Baca Juga: Polres Sikka Gagalkan Pengiriman 492 Liter Miras Ilegal dalam Operasi Pekat Turangga 2025

Daftar Pasangan yang Diamankan:

  • YRT (18) dan AR (18), Pelajar/mahasiswa, tidak bisa menunjukkan KTP dan belum menikah.

 

  • NJD (41) dan RR (36), Warga Kecamatan Bola, tanpa identitas dan bukan pasangan sah.

 

  • LAH (32) dan MEB (40), Warga Alok dan Alok Barat, tidak bawa KTP dan bukan suami istri.

 

Tim operasi yang dipimpin IPTU I Nyoman Karwadi, S.H., dan IPTU I Nyoman Suwasta ini menggunakan 3 kendaraan operasional, satu mobil truk Dalmas, satu D-Max patroli, dan satu Rush milik Sat Lantas Polres Sikka.

Mereka memulai apel di Polres Sikka pukul 22.00 WITA dan menuntaskan operasi hingga 00.30 WITA dalam situasi kondusif.

Kasatgas mengingatkan seluruh personel untuk tetap profesional dan humanis, serta segera menginput hasil operasi ke sistem Early Warning System (EWS).

Baca Juga: Viral! Video Jemaah Calon Haji Indonesia Disebut Terlantar di Depan Hotel Makkah, Ini Penjelasan Mengejutkan dari Kemenag

Operasi ini merupakan bagian dari strategi Polres Sikka dalam menjaga moralitas publik dan menekan angka kriminalitas di wilayah hukum mereka, terutama menjelang sejumlah agenda penting daerah.

"Kami tidak hanya menyasar tindakan kriminal, tetapi juga bentuk-bentuk penyimpangan sosial yang merusak sendi kehidupan masyarakat," tegas seorang petugas di lapangan.

Editor: Yuga Yuliana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X