REPORTASENTT.COM, JAKARTA- Publik kembali diguncang isu kebocoran data besar-besaran setelah Polda Metro Jaya mengklaim berhasil menangkap sosok di balik nama “Bjorka”. Ironisnya, hanya sehari pasca pengumuman penangkapan itu, muncul kabar bocornya lebih dari 341 ribu data anggota Polri di forum gelap.
Penangkapan terhadap seorang pemuda asal Minahasa berinisial WFT (22) dilakukan pada 23 September 2025 lalu. Ia disebut sebagai pengelola akun @bjorkanesiaaa, yang dikaitkan dengan aktivitas peretasan dan ancaman pemerasan terhadap sebuah bank swasta.
Namun, tak lama setelah kabar itu mencuat, publik dikejutkan oleh unggahan dari pakar keamanan siber Teguh Aprianto melalui akun X miliknya, @secgron.
Baca Juga: Apel Pagi Polres Ende Jadi Ajang Evaluasi, Ada Pesan Khusus
“Polisi mengklaim menangkap Bjorka. Padahal yang ditangkap itu cuma faker alias peniru,” tulis Teguh pada Minggu, 5 Oktober 2025.
Unggahan itu diikuti dengan munculnya file berisi ribuan data anggota Polri di forum gelap. Data yang bocor mencakup nama, pangkat, nomor telepon, dan alamat email anggota kepolisian.
Artikel Terkait
PM Georgia Kobakhidze Gencarkan Tindakan Keras, Oposisi Tuding Pemerintah Pro-Rusia
Kebangkitan Ajaib Everton: Bagaimana Rekor 19 Laga Tak Terkalahkan Palace Berakhir
Langit Norwegia yang Mengintai, Ketika Drone Membuat Eropa Tak Nyaman
Mural Baru di Katedral St. Patrick, New York, Rayakan Imigran dan Empati di Tengah Kontroversi Politik
Apel Pagi Polres Ende Jadi Ajang Evaluasi, Ada Pesan Khusus