REPORTASENTT.COM, KUPANG- Keributan dini hari mengagetkan warga di Kelurahan Sikumana, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, Rabu (3/11/2025).
Seorang pemuda berinisial AS alias AP (25) dilaporkan mengamuk di rumahnya sambil membawa sebilah sangkur, membuat keluarganya ketakutan dan terpaksa meminta bantuan polisi.
Informasi tersebut pertama kali diterima petugas Piket SPKT Polsek Maulafa melalui layanan Call Center Polri 110 sekitar pukul 02.00 Wita.
Mendapat laporan kondisi darurat, tim piket yang dipimpin AIPDA Ernesto Sesotoa langsung meluncur menuju alamat yang dilaporkan di Jalan Oe’ekam, RT 012/RW 005.
Setibanya di lokasi, polisi mendapati AS dalam kondisi mabuk berat.
Ia disebut merusak beberapa barang di dalam rumah dan bahkan sempat mengejar kakaknya sambil menggenggam sangkur.
Situasi yang memanas itu membuat anggota keluarga panik dan takut terjadi sesuatu yang lebih buruk.
Melihat potensi bahaya, petugas langsung mengamankan AS tanpa perlawanan berarti. Pemuda yang bekerja sebagai sekuriti itu kemudian dibawa ke Mapolsek Maulafa untuk diberi pembinaan.
Setelah sadar dari pengaruh minuman keras, AS dimintai keterangan serta diminta membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya.
Polisi selanjutnya memanggil pihak keluarga untuk menjemputnya usai proses pembinaan selesai.
Kapolresta Kupang Kota Kombes Pol Djoko Lestari melalui Kapolsek Maulafa AKP Fery Nur Alamsyah mengapresiasi reaksi cepat anggota piket yang berhasil meredam situasi sebelum jatuh korban.
“Langkah cepat dan humanis ini sejalan dengan arahan pimpinan agar setiap personel memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” ujar AKP Fery.
Ia menambahkan, penanganan yang responsif dan tetap mengedepankan pembinaan sangat diperlukan dalam kasus-kasus yang melibatkan persoalan internal keluarga.
“Yang terpenting adalah bagaimana menciptakan rasa aman dan mencegah konflik berkembang,” tutupnya.
Artikel Terkait
Hujan Ekstrem Mengintai Libur Nataru, BMKG Minta Warga Waspada
Lubang Jalan Mangkrak Berbulan-bulan, Warga Larantuka Beri Tanda dengan Tanam Pohon
TRC Belum Optimal, BPBD Flotim Minta Warga Tetap Waspada Banjir Rob
PSSI Ngada Protes Kenaikan Harga Tiket Semifinal Liga 4 Piala Gubernur NTT
Banjir dan Lumpur Tutup Jalan Trans Larantuka–Maumere, Polisi Kerja Keras di Lokasi