Mengamuk Sambil Pegang Sangkur, Pemuda di Sikumana Kupang Dibekuk Polisi Saat Keluarga Panik

Photo Author
Natanael Kwintalis Helan, Reportase NTT
- Kamis, 4 Desember 2025 | 07:15 WIB
Petugas Polsek Maulafa membawa pemuda berinisial AS ke mobil dinas setelah diamankan dari rumah korban di Kelurahan Sikumana, Kupang. (Foto TBN Polresta Kupang Kota)
Petugas Polsek Maulafa membawa pemuda berinisial AS ke mobil dinas setelah diamankan dari rumah korban di Kelurahan Sikumana, Kupang. (Foto TBN Polresta Kupang Kota)



REPORTASENTT.COM, KUPANG- Keributan dini hari mengagetkan warga di Kelurahan Sikumana, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, Rabu (3/11/2025).
 
 
Seorang pemuda berinisial AS alias AP (25) dilaporkan mengamuk di rumahnya sambil membawa sebilah sangkur, membuat keluarganya ketakutan dan terpaksa meminta bantuan polisi.


Informasi tersebut pertama kali diterima petugas Piket SPKT Polsek Maulafa melalui layanan Call Center Polri 110 sekitar pukul 02.00 Wita.
 
 
 
 
Mendapat laporan kondisi darurat, tim piket yang dipimpin AIPDA Ernesto Sesotoa langsung meluncur menuju alamat yang dilaporkan di Jalan Oe’ekam, RT 012/RW 005.


Setibanya di lokasi, polisi mendapati AS dalam kondisi mabuk berat.
 
 
Ia disebut merusak beberapa barang di dalam rumah dan bahkan sempat mengejar kakaknya sambil menggenggam sangkur.
 
 
 
 
Situasi yang memanas itu membuat anggota keluarga panik dan takut terjadi sesuatu yang lebih buruk.


Melihat potensi bahaya, petugas langsung mengamankan AS tanpa perlawanan berarti. Pemuda yang bekerja sebagai sekuriti itu kemudian dibawa ke Mapolsek Maulafa untuk diberi pembinaan.


Setelah sadar dari pengaruh minuman keras, AS dimintai keterangan serta diminta membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya.
 
 
 
 
Polisi selanjutnya memanggil pihak keluarga untuk menjemputnya usai proses pembinaan selesai.


Kapolresta Kupang Kota Kombes Pol Djoko Lestari melalui Kapolsek Maulafa AKP Fery Nur Alamsyah mengapresiasi reaksi cepat anggota piket yang berhasil meredam situasi sebelum jatuh korban.


“Langkah cepat dan humanis ini sejalan dengan arahan pimpinan agar setiap personel memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” ujar AKP Fery.
 


Ia menambahkan, penanganan yang responsif dan tetap mengedepankan pembinaan sangat diperlukan dalam kasus-kasus yang melibatkan persoalan internal keluarga.
 
 
“Yang terpenting adalah bagaimana menciptakan rasa aman dan mencegah konflik berkembang,” tutupnya.

Editor: Natanael Kwintalis Helan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X