REPORTASENTT.COM, LARANTUKA- Warga di Kota Larantuka, Flores Timur, NTT, melakukan aksi unik untuk memprotes kerusakan jalan negara yang dibiarkan tanpa perbaikan.
Sebuah pohon ditanam tepat di tengah badan jalan sebagai penanda sekaligus sindiran bagi pemerintah yang tak kunjung turun tangan.
Pantauan di lokasi, lubang besar menganga di jalur utama yang menghubungkan pelabuhan, pusat kota, hingga Gereja Katedral Reinha Rosari.
Baca Juga: Hujan Ekstrem Mengintai Libur Nataru, BMKG Minta Warga Waspada
Lubang berada persis di tengah arus kendaraan, memaksa sopir angkot dan ojek bermanuver mendadak agar tidak terperosok.
“Ini sudah berbulan-bulan tidak diperbaiki. Kami tanam pohon supaya pengendara waspada, jangan sampai ada yang celaka,” kata Razmat Sabon, warga yang ikut melakukan aksi, Selasa (2/11/2025).
Kerusakan ini tidak hanya mengganggu arus lalu lintas. Jalur tersebut merupakan ruas strategis nasional dan menjadi akses utama menuju kawasan religi yang selalu ramai saat Semana Santa.
Baca Juga: BMKG Peringatkan Potensi Bibit Siklon Tropis 97S, Cuaca Ekstrem Ancam Wilayah Timur Indonesia
Banyak pengendara mengaku merepotkan. Pada malam hari, lubang tersebut nyaris tak terlihat sehingga risiko kecelakaan meningkat.
“Kalau dari arah timur mau ke gereja, pasti terganggu. Lubangnya pas di tengah jalan,” ujar Razmat.
Warga mempertanyakan keseriusan pemerintah pusat dalam menjaga akses dasar di wilayah terpencil yang justru memiliki aktivitas dan mobilitas tinggi.
Baca Juga: Raja Charles III Sampaikan Belasungkawa atas Banjir Bandang di Indonesia dan Badai Dahsyat Negara Asia Lainnya
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 4.5 NTT Kementerian PUPR, Viktor Nale, membenarkan adanya laporan warga soal jalan berlubang tersebut. Ia menyebut pihaknya sedang berkoordinasi dengan penyedia jasa untuk percepatan penanganan.
“Kami sudah terima laporannya dan sedang koordinasi dengan penyedianya. Perbaikan segera dilakukan,” kata Viktor.
Namun, Viktor tidak menyebutkan kapan proses perbaikan dimulai. Minimnya kepastian waktu membuat warga khawatir penanganan kembali tertunda seperti kasus infrastruktur lain yang sering mangkrak.
Baca Juga: Pamit setelah Satu Dekade Mengabdi, Kepala Ombudsman NTT Darius Beda Daton Tuai Apresiasi Jurnalis
Aksi tanam pohon sebagai bentuk protes bukan kali pertama terjadi di Indonesia. Namun, kasus di Larantuka ini mencuri perhatian karena dilakukan di ruas negara yang menjadi nadi transportasi kota.
Aksi tanam pohon sebagai bentuk protes bukan kali pertama terjadi di Indonesia. Namun, kasus di Larantuka ini mencuri perhatian karena dilakukan di ruas negara yang menjadi nadi transportasi kota.
“Kami tidak mau ada korban. Ini bentuk protes sekaligus peringatan,” ujar Razmat.
Unggahan foto pohon yang tumbuh di tengah jalan itu pun ramai beredar di media sosial lokal. Banyak warganet mendesak pemerintah untuk bergerak cepat sebelum kerusakan menimbulkan korban jiwa.
Baca Juga: ETMC XXXVI: Perse Ende Tumbang di Menit Akhir, Persena Nagekeo Amankan Tiket Semifinal
Warga kini menunggu langkah konkret pemerintah, bukan sekadar janji. Mereka meminta proses perbaikan dilakukan secara transparan, mulai dari anggaran, kontraktor, hingga tenggat penyelesaian.
“Jangan cuma respons di media. Kami mau lihat perbaikannya, jelas siapa yang tangani dan kapan selesai,” tegas Razmat.
Artikel Terkait
Komisi III DPR Kebut RUU Penyesuaian Pidana, Cegah Kekosongan Hukum Jelang KUHP Baru 2026
Pamit setelah Satu Dekade Mengabdi, Kepala Ombudsman NTT Darius Beda Daton Tuai Apresiasi Jurnalis
Raja Charles III Sampaikan Belasungkawa atas Banjir Bandang di Indonesia dan Badai Dahsyat Negara Asia Lainnya
BMKG Peringatkan Potensi Bibit Siklon Tropis 97S, Cuaca Ekstrem Ancam Wilayah Timur Indonesia
Hujan Ekstrem Mengintai Libur Nataru, BMKG Minta Warga Waspada