Indonesia Rawan Bencana, Ketua Komisi V DPR: Mitigasi Tak Bisa Ditunda

Photo Author
Yuga Yuliana, Reportase NTT
- Selasa, 2 Desember 2025 | 05:57 WIB
Sebuah titik longsor akibat bencana hidromteorologi di Sumatra Utara. (Foto/Badan Nasional Penanggulangan Bencana)
Sebuah titik longsor akibat bencana hidromteorologi di Sumatra Utara. (Foto/Badan Nasional Penanggulangan Bencana)




REPORTASENTT.COM, JAKARTA-  Ketua Komisi V DPR RI Lasarus menegaskan bahwa mitigasi bencana di Indonesia tidak boleh lagi ditunda. Ia menilai ancaman bencana yang terjadi hampir sepanjang tahun membutuhkan kesiapan yang lebih kuat, baik dari sisi infrastruktur penyelamatan maupun kompetensi sumber daya manusia.

 



Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Kepala BMKG dan Kepala BNPP/Basarnas di Gedung Nusantara, Senayan, Senin (1/12/2025), Lasarus menyebut Indonesia “dikepung bencana”, mulai dari longsor, banjir bandang, gempa hingga tsunami.



“Ini memerlukan kesiapan kita dengan sarana-prasarana yang memadai,” kata Lasarus.

 

Baca Juga: ETMC XXXVI: Perse Ende Tumbang di Menit Akhir, Persena Nagekeo Amankan Tiket Semifinal


Lasarus menekankan bahwa kemampuan penyelamatan tidak bisa hanya mengandalkan alat. Kualitas personel SAR menurutnya harus menjadi fokus, mengingat proses evakuasi memiliki batas waktu krusial.



“Golden time ini hanya bisa ditangani oleh orang-orang terampil, orang-orang terlatih dan mengerti cara menyelamatkan orang. Niat menolong, tapi kalau dilakukan dengan cara salah bisa fatal,” tegasnya.



Ia juga menyoroti pentingnya peningkatan pelatihan SAR untuk memastikan proses penyelamatan berjalan efektif.

 

Baca Juga: Polri Turun Total! Armada Udara, Laut Dikerahkan Percepat Bantuan ke Wilayah Terisolir



Siklon Tropis dan Evaluasi Deteksi Dini


Dalam rapat tersebut, Lasarus menyinggung beredarnya informasi mengenai siklon tropis di atas Sumatera yang memicu hujan ekstrem setara curah hujan satu bulan.

 

Menurutnya, fenomena ini harus menjadi bahan evaluasi kemampuan pemerintah dalam memprediksi cuaca berbahaya.



“Apakah teknologi dan peralatan kita sudah bisa mendeteksi ini? Sehingga masyarakat ada kewaspadaan,” tanya Lasarus kepada Kepala BMKG.

Halaman:

Editor: Yuga Yuliana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X