REPORTASENTT.COM, LARANTUKA- Menjelang akhir 2025, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Flores Timur mengingatkan warga untuk waspada potensi banjir rob yang diperkirakan meningkat seiring masuknya musim hujan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Flores Timur, Yohanes B. Polen Hayon, mengatakan wilayah dengan risiko tertinggi berada di Adonara Barat, berdasarkan peta Kawasan Rawan Bencana (KRB).
Sejumlah desa masuk kategori merah, seperti Adonara, Waiwadan, dan Duanur.
“Banjir rob biasanya dipicu angin kencang dan gelombang tinggi yang menerjang pesisir. Ini ancaman serius bagi warga di wilayah pantai,” kata Yohanes saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (1/12/2025).
Selain Adonara, kawasan pesisir Solor juga disebut memiliki potensi serupa.
Desa Menanga, Lohayong, dan Lamakera kerap menghadapi ancaman banjir rob, meski di Lamakera sudah dibangun talut pengaman pantai sebagai langkah mitigasi.
Ancaman banjir rob juga menyasar wilayah daratan.
Daerah di sekitar Lewolema dan Ile Mandiri, termasuk Desa Halakodanuan sampai Weri, terutama Dusun Delang di Desa Tiwatobi, dinilai berisiko tinggi.
Bahkan Delang disebut berpotensi terdampak tsunami bila terjadi gempa bersamaan dengan curah hujan tinggi.
Baca Juga: Drama 10 Gol! Bajak Laut Tundukkan PS Malaka 6-4 dalam Thriller 120 Menit Liga 4 ETMC XXXIV 2025
“Ancaman tsunami di Delang bisa terjadi jika gempa besar melanda saat musim hujan. Peringatan dini sudah kami sampaikan ke para camat,” ujarnya.
Yohanes menambahkan, BPBD telah mengirim dokumen peringatan dini dan informasi kebencanaan ke para camat melalui WhatsApp untuk diteruskan kepada kepala desa.
Dokumen tersebut menjadi acuan agar masyarakat bisa bersiap menghadapi kemungkinan terburuk.
Namun, ia mengakui Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Flores Timur belum bekerja optimal. Kendalanya ada pada minimnya kapasitas dan pelatihan yang baru berlangsung sebagian.
“TRC masih terbatas. Pelatihannya belum lengkap, jadi belum bisa bergerak maksimal,” kata Yohanes.
Meski demikian, beberapa desa sudah memiliki Tim Siaga Bencana Desa (TSBD) dan Kampung Siaga Bencana (KSB) bentukan Kementerian Sosial.
Komunikasi antar-tim difasilitasi melalui grup WhatsApp ‘Salam Tangguh’ sebagai kanal penyebaran informasi cepat.
Yohanes meminta para camat dan kepala desa meningkatkan kewaspadaan, terutama menghadapi cuaca ekstrem dan potensi banjir rob.
Ia menekankan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat.
Baca Juga: Duel Panas di 8 Besar Piala Gubernur Liga 4 ETMC XXXIV 2025: PS Malaka Unggul Sementara 3-2 atas Bajak Laut Labuan Bajo
“Jangan panik, tapi tetap waspada. Semua pihak harus bekerja sama agar dampak bencana bisa diminimalkan,” pungkasnya.
“Jangan panik, tapi tetap waspada. Semua pihak harus bekerja sama agar dampak bencana bisa diminimalkan,” pungkasnya.
Artikel Terkait
Pamit setelah Satu Dekade Mengabdi, Kepala Ombudsman NTT Darius Beda Daton Tuai Apresiasi Jurnalis
Raja Charles III Sampaikan Belasungkawa atas Banjir Bandang di Indonesia dan Badai Dahsyat Negara Asia Lainnya
BMKG Peringatkan Potensi Bibit Siklon Tropis 97S, Cuaca Ekstrem Ancam Wilayah Timur Indonesia
Hujan Ekstrem Mengintai Libur Nataru, BMKG Minta Warga Waspada
Lubang Jalan Mangkrak Berbulan-bulan, Warga Larantuka Beri Tanda dengan Tanam Pohon