REPORTASENTT.COM, MELONGUANE- Ratusan warga menggelar unjuk rasa di Markas Pangkalan TNI AL (Lanal) Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud, Jumat (23/1/2026), menyusul dugaan penganiayaan terhadap warga sipil di Pelabuhan Melonguane.
Aksi tersebut dipicu peristiwa Kamis malam (22/1/2026) sekitar pukul 23.30 Wita. Seorang guru SMK berinisial BS diduga dikeroyok lima oknum anggota TNI AL saat sedang memancing di pelabuhan. Korban mengalami lebam pada bagian mata, badan, dan lutut.
Massa aksi yang terdiri dari tokoh adat, pemuda, dan warga menuntut proses hukum terbuka. Situasi sempat memanas ketika sejumlah peserta aksi melepas tali sandar kapal TNI AL yang berada di pelabuhan.
Baca Juga: Masuk Dewan Perdamaian Gaza Bentukan AS, DPR Ingatkan Jangan Sampai Keadilan Palestina Tersisih
Wakil Bupati Kepulauan Talaud, Anisya G. Bambungan, turun langsung melakukan mediasi di depan Markas Lanal Melonguane.
“Keadaan di lokasi sudah tidak kondusif dan perlu ditenangkan agar tidak terjadi benturan,” kata Anisya di hadapan massa.
Ia meminta warga menjaga ketertiban dan menyerahkan penanganan kasus melalui jalur hukum. Pemerintah daerah menyatakan akan mengawal proses tersebut.
Dari pihak militer, Komando Daerah TNI AL VIII Manado menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat.
Artikel Terkait
GREAT Institute Nilai Pidato Prabowo di Davos Perkenalkan Prabowonomics ke Dunia
Kasus Pembunuhan yang Menggemparkan Kewapante Akhirnya P-21, Ini Langkah Selanjutnya
Jejak Ganja Terendus di Rumah Warga, Polres Manggarai Kembangkan Kasus hingga Jalan Raya
Tak Banyak yang Tahu, Ini Alasan TNI Terlibat dalam Koperasi Desa Merah Putih
Masuk Dewan Perdamaian Gaza Bentukan AS, DPR Ingatkan Jangan Sampai Keadilan Palestina Tersisih