Dituding Pimpin Massa Bawa Parang di Labuan Bajo, Pater Marsel Siap Tempuh Jalur Hukum

Photo Author
Natanael Kwintalis Helan, Reportase NTT
- Senin, 2 Februari 2026 | 22:02 WIB
Pater Marsel Agot, SVD. (Foto/ist)
Pater Marsel Agot, SVD. (Foto/ist)



Ia menyebut tidak ada persiapan atau niat melakukan konfrontasi dengan pihak lain.



Bertemu Penjaga Lahan


Di lokasi, rombongan Pater Marsel bertemu dengan Jhon Jeriki dan Manser, yang menyampaikan diri sebagai penjaga lahan atas nama Alo Oba.

Dalam pertemuan itu, Jhon Jeriki menyampaikan rencana pemasangan baliho di lokasi tersebut.


Pater Marsel menyatakan percakapan berlangsung dalam situasi tenang.

 

Baca Juga: Camat Baru Witihama Terima Audiensi PGRI, Fokus Sinergi Pendidikan

 

Ia mengajak semua pihak menjaga sikap agar persoalan lahan tidak berkembang menjadi konflik terbuka.

Sekitar pukul 17.30 WITA, Manser kembali mendatangi lokasi dan menyampaikan keberatan atas aktivitas yang dilakukan.

 

Pater Marsel mengarahkan seluruh karyawan Yayasan Prudi untuk tetap bekerja sesuai rencana dan menghindari ketegangan.

 

Baca Juga: Wacana Pilkada Lewat DPRD Dibahas di NTT, Gubernur Soroti Keberpihakan Demokrasi



Bantah Tuduhan Konfrontasi


Pater Marsel membantah narasi yang menyebut dirinya memimpin massa membawa parang dan menimbulkan rasa takut.

Ia menyatakan kegiatan penanaman pilar tetap berlangsung hingga selesai tanpa adanya ancaman, intimidasi, atau tindakan kekerasan.

“Tidak ada konfrontasi fisik selama kegiatan berlangsung,” ujarnya.

Halaman:

Editor: Natanael Kwintalis Helan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X