Ia menyebut tidak ada persiapan atau niat melakukan konfrontasi dengan pihak lain.
Bertemu Penjaga Lahan
Di lokasi, rombongan Pater Marsel bertemu dengan Jhon Jeriki dan Manser, yang menyampaikan diri sebagai penjaga lahan atas nama Alo Oba.
Dalam pertemuan itu, Jhon Jeriki menyampaikan rencana pemasangan baliho di lokasi tersebut.
Pater Marsel menyatakan percakapan berlangsung dalam situasi tenang.
Baca Juga: Camat Baru Witihama Terima Audiensi PGRI, Fokus Sinergi Pendidikan
Ia mengajak semua pihak menjaga sikap agar persoalan lahan tidak berkembang menjadi konflik terbuka.
Sekitar pukul 17.30 WITA, Manser kembali mendatangi lokasi dan menyampaikan keberatan atas aktivitas yang dilakukan.
Pater Marsel mengarahkan seluruh karyawan Yayasan Prudi untuk tetap bekerja sesuai rencana dan menghindari ketegangan.
Baca Juga: Wacana Pilkada Lewat DPRD Dibahas di NTT, Gubernur Soroti Keberpihakan Demokrasi
Bantah Tuduhan Konfrontasi
Pater Marsel membantah narasi yang menyebut dirinya memimpin massa membawa parang dan menimbulkan rasa takut.
Ia menyatakan kegiatan penanaman pilar tetap berlangsung hingga selesai tanpa adanya ancaman, intimidasi, atau tindakan kekerasan.
“Tidak ada konfrontasi fisik selama kegiatan berlangsung,” ujarnya.
Artikel Terkait
Kadiv Humas Polri Bersilaturahmi dengan Pimpinan Media di Retret PWI-Kemhan
Babak Baru: Kasus Kapal Wisata Tenggelam di Taman Nasional Komodo Berlanjut ke Penuntutan
Kapolri Tolak Wacana Polri di Bawah Kementerian, Tekankan Loyalitas kepada Presiden
Diduga Ngebut dan Mabuk, Pengemudi Innova Tabrak Truk Sampah di Labuan Bajo
Bupati Manggarai Timur dan Kadis PPO Diadukan ke KPK, TAKD Laporkan Dugaan Gratifikasi Pengadaan Dana BOS Pendidikan