REPORTASENTT.COM, LEWOLEBA- Sekitar 45 anggota Kelompok Arisan Anak Lewotana Helan Langowuyo berkumpul di Lamahora, Minggu (1/3/2026).
Dalam pertemuan itu, keluarga besar menyatakan dukungan kepada Agustina Sabu Beda atau Bidan Aty yang tengah menghadapi persoalan dengan manajemen RS Bukit.
Arisan keluarga yang dipimpin tetua adat Taka Mangu Stanislaus tersebut berlangsung di bawah tenda biru paguyuban.
Suasana yang semula dipenuhi keresahan berubah lebih tenang setelah kuasa hukum Aty, Mateus Mamun Sare, memaparkan kronologi perkara yang bergulir.
Taka Mangu mengaku keluarga sempat terpukul oleh informasi yang beredar mengenai dugaan hubungan terlarang yang menyeret nama Aty.
Namun setelah mendengar penjelasan kuasa hukum, keluarga merasa lebih lega.
Baca Juga: Solidaritas Jawa Barat Mengalir ke NTT, Mako Polres Sikka Dipenuhi Karangan Bunga atas Ketegasan Ungkap TPPO
“Kami sebagai anak kandung Lewotana Lama Helan Helan Langowuyo sangat terpukul dengan cerita yang beredar. Hari ini kami sudah lebih tenang setelah mendapat penjelasan langsung,” kata Taka Mangu saat berbincang dengan Mateus Mamun Sare.
Ia juga meminta agar persoalan tersebut segera diakhiri melalui jalur damai demi menjaga nama baik keluarga dan semua pihak yang terlibat.
Dalam kesempatan yang sama, Mateus Mamun Sare menjelaskan, persoalan bermula sebelum surat skorsing diterbitkan kepada Aty.
Artikel Terkait
Investigasi Tenggelamnya KM Putri Sakinah Tuntas, Polisi Pastikan Tahap II Segera Bergulir
Polemik Skorsing Agustina Sabu Beda di RS Bukit Lewoleba, Pernyataan Piter Payong Berubah di Hadapan Disnaker
Dari Disnaker ke Dekenat: Inkonsistensi Pernyataan Pengawas NTT Soal PHK Kepala Bidang Medik RS Bukit Lewoleba
Sengketa Bidan Aty dan Yayasan Gereja Milik Keuskupan Larantuka, Jalur Kekeluargaan Didorong Hindari Proses Hukum
Selisih Hitung Hak Pekerja, Yayasan Papa Miskin Keuskupan Larantuka Diminta Buka Format Perhitungan Resmi