Gelombang Dukungan Keluarga Menguat untuk Bidan Aty di Tengah Konflik dengan RS Bukit Lewoleba

Photo Author
Bernad Nara Gere, Reportase NTT
- Senin, 2 Maret 2026 | 07:30 WIB
Kuasa hukum Mateus Mamun Sare berbincang dengan tetua adat Taka Mangu Stanislaus usai pertemuan keluarga di Lamahora, Minggu (1/3/2026). (Foto/ Bernad Nara)
Kuasa hukum Mateus Mamun Sare berbincang dengan tetua adat Taka Mangu Stanislaus usai pertemuan keluarga di Lamahora, Minggu (1/3/2026). (Foto/ Bernad Nara)

 

Ia menceritakan adanya pernyataan Wakil Direktur RS Bukit, Mikhael Honi Kolin, yang disebut disampaikan kepada kliennya sebelum tindakan di bagian farmasi dilakukan.

Menurut Mamun Sare, Aty saat itu menjabat sebagai Kepala Bidang Penunjang Medik yang membawahi lima bagian, termasuk farmasi.

Dari posisinya tersebut, Aty menemukan arus keluar-masuk keuangan di bagian farmasi dan berniat melaporkannya kepada Direktur RS Bukit agar dilakukan audit internal.

 

Baca Juga: Spesialis Gasak Mesin Mobil, Jejak Komplotan Remaja Ini Terendus di Sejumlah Bengkel Kupang

“Klien kami justru menerima surat pemberhentian kerja selama tiga bulan tanpa upah setelah berinisiatif melaporkan temuan tersebut,” kata Mamun Sare di hadapan para sesepuh keluarga.

Pertemuan keluarga itu ditutup dengan harapan agar Yayasan Papa Miskin Keuskupan Larantuka selaku pengelola RS Bukit dapat menempuh jalan damai.

Dukungan penuh keluarga besar terhadap Bidan Aty menjadi pesan utama pertemuan tersebut, sekaligus dorongan agar penyelesaian kasus RS Bukit dilakukan secara adil dan terbuka.

Halaman:

Editor: Natanael Kwintalis Helan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X