Kondisi itu memicu kemarahan warga yang sebelumnya sudah resah akibat kasus pencurian rumah adat.
Kapolres TTU mengimbau masyarakat tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi serta menyerahkan penanganan perkara kepada aparat penegak hukum.
“Kepolisian menjamin setiap warga negara memiliki hak yang sama di hadapan hukum. Kami mengajak masyarakat mempercayakan seluruh proses penanganan kasus ini kepada kepolisian,” kata Kapolres.
Baca Juga: Puluhan Calon Pengantin Geruduk Gudang WO di Bekasi, Uang Rp1,9 Miliar Diduga Raib
Kapolres juga meminta tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta keluarga kedua belah pihak ikut menjaga situasi keamanan dan tidak terpancing isu yang beredar di media sosial.
Hingga Senin malam, situasi kamtibmas di Desa Fafinesu B dilaporkan aman dan kondusif. Sejumlah personel Polres TTU masih disiagakan di lokasi untuk menjaga stabilitas keamanan wilayah.
Artikel Terkait
Baru Bangun, Warga Tambora Kaget Ledakan Dahsyat Gas 12 Kg, Satu Keluarga Jadi Korban
Di Balik Penangkapan di Laut Internasional: Cerita Kelam WNI Relawan GSF Usai Bertemu Militer Israel
PELNI Kirim Ratusan Sapi dari NTT ke Jakarta Jelang Iduladha
Pascakerusuhan Adonara Timur, Warga Serahkan 19 Senpira dan Puluhan Sajam ke Polisi
Fakta Mengejutkan Terbongkar di Balik Tragedi Cunca Wulang, Dugaan Kelalaian Kini Diburu Polisi