REPORTASENTT.COM, KUPANG- Penyelidikan atas meninggalnya dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni atau dokter Icha masih berlangsung di Polda Nusa Tenggara Timur (NTT).
Proses hukum berjalan setelah keluarga melaporkan dugaan intimidasi terhadap almarhumah yang diduga berkaitan dengan pekerjaannya sebagai dokter.
Di tengah penyelidikan tersebut, keluarga menyampaikan keberatan atas pernyataan Kapolda NTT Irjen Pol Rudi Darmoko mengenai pendampingan psikologis terhadap dokter Icha.
Keberatan itu disampaikan adik almarhumah, Agnes Tiara Maharani D. Pakaenoni, melalui media sosial.
Melalui akun Instagram pribadinya, Tiara menjelaskan kakaknya telah memperoleh penanganan dari dokter spesialis kedokteran jiwa sehingga tidak tepat jika muncul anggapan dokter Icha menolak seluruh bentuk pendampingan.
"Kakak saya sudah ditangani sama ahlinya, spesialis kedokteran jiwa. Jangan membuat statement seolah kakak saya menolak semua pendampingan," tulis Tiara dalam unggahannya yang dikutip Minggu, 5 Juli 2026.
Baca Juga: Berawal Tinggalkan Tugas demi Bisnis, Oknum Polisi Polda NTT Dipecat
Ia juga menyebut keluarga mendampingi dokter Icha selama menjalani proses tersebut sehingga mengetahui kondisi yang sebenarnya.
"Kami sekeluarga yang mendampingi, jadi kami tahu persis apa yang terjadi," tulisnya.
Tiara berharap proses hukum dapat mengungkap fakta secara utuh.
Baca Juga: Diduga Hanyut Akibat Mesin Perahu Rusak, 16 WN Uzbekistan Terdampar di Pantai Alor
"Sekarang kasus ini sudah berproses hukum dan kebenaran akan menemukan jalannya," tulis Tiara.
Sebelumnya, Kapolda NTT Irjen Pol Rudi Darmoko menjelaskan kepolisian telah menyiapkan layanan pendampingan psikologis setelah menerima laporan dugaan intimidasi terhadap dokter Icha.
Menurutnya, tim psikologi Polda NTT disiapkan untuk membantu memulihkan kondisi mental korban.
Artikel Terkait
Justin Bieber Gabung Madonna, Shakira, dan BTS di Halftime Show Final Piala Dunia 2026
Perempat Final Piala Dunia 2026: Prancis Sempurna, Spanyol Kokoh, Messi dan Haaland Berebut Ketajaman
Daftar Top Assist Piala Dunia 2026: Olise di Puncak, Bruno Guimaraes Terus Membayangi
Berawal Tinggalkan Tugas demi Bisnis, Oknum Polisi Polda NTT Dipecat
Proyek Pengaspalan di Kota Kupang Tersendat Akibat Sengketa 2 Meter Lahan, Polisi Berhasil Damaikan Warga