REPORTASENTT.COM-Kepolisian Resor Cianjur memeriksa dan meminta keterangan enam orang saksi terkait penganiayaan yang diduga dilakukan guru SMAN 2 Cianjur berinisial G terhadap siswanya.
Kasatreskrim Polres Cianjur AKP Tono Listianto mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan dari keluarga korban terkait dugaan tindak kekerasan di SMAN 2 Cianjur itu.
”Anggota kami sudah melakukan olah tempat kejadian dan memeriksa sejumlah saksi terkait dugaan pemukulan itu. Penyidik sudah meminta keterangan enam orang saksi guna penyelidikan lebih lanjut,” katanya.
Kasatreskrim Polres Cianjur AKP Tono Listianto mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan dari keluarga korban terkait dugaan tindak kekerasan di SMAN 2 Cianjur itu.
”Anggota kami sudah melakukan olah tempat kejadian dan memeriksa sejumlah saksi terkait dugaan pemukulan itu. Penyidik sudah meminta keterangan enam orang saksi guna penyelidikan lebih lanjut,” katanya.
Baca Juga: Selama 7 Hari, 255 Knalpot Tidak Sesuai Standar Diamankan Polisi, Bagaimana Bisa Sebanyak Ini?
Dia menjelaskan, petugas sudah mendapatkan rekaman video terkait aksi kekerasan yang dilakukan guru perempuan tersebut. Sehingga proses penyelidikan akan dituntaskan dengan memanggil guru bersangkutan.
”Kami akan segera panggil guru G guna diminta keterangan sebagai terlapor,” ujarnya.
Sementara itu, menurut dia, orang tua siswa MA sudah membuat laporan ke Polres Cianjur terkait aksi pemukulan terhadap anaknya yang dilakukan oknum guru matematika. Pemukulan itu membuat siswa mengalami trauma.
Dia menjelaskan, petugas sudah mendapatkan rekaman video terkait aksi kekerasan yang dilakukan guru perempuan tersebut. Sehingga proses penyelidikan akan dituntaskan dengan memanggil guru bersangkutan.
”Kami akan segera panggil guru G guna diminta keterangan sebagai terlapor,” ujarnya.
Sementara itu, menurut dia, orang tua siswa MA sudah membuat laporan ke Polres Cianjur terkait aksi pemukulan terhadap anaknya yang dilakukan oknum guru matematika. Pemukulan itu membuat siswa mengalami trauma.
Sampai saat ini, lanjut dia, menurut pengakuan pihak keluarga belum mendapatkan klarifikasi dari sekolah atau guru bersangkutan terkait insiden tersebut. Sehingga keluarga melaporkan kejadian itu.
”Belum ada klarifikasi dari pihak sekolah terkait aksi pemukulan yang dilakukan guru tersebut, kami melaporkan hal tersebut agar tidak ada lagi aksi serupa menimpa siswa lainnya karena ini bukan pertama kali guru tersebut melakukan penyiksaan,” kata orang tua siswa MA.
Seorang guru di SMAN 2 Cianjur diduga melakukan aksi kekerasan terhadap siswa saat jam pelajaran.
”Belum ada klarifikasi dari pihak sekolah terkait aksi pemukulan yang dilakukan guru tersebut, kami melaporkan hal tersebut agar tidak ada lagi aksi serupa menimpa siswa lainnya karena ini bukan pertama kali guru tersebut melakukan penyiksaan,” kata orang tua siswa MA.
Seorang guru di SMAN 2 Cianjur diduga melakukan aksi kekerasan terhadap siswa saat jam pelajaran.
Aksi tersebut sempat direkam siswa lainnya dan tersebar di media sosial.
Dalam video seorang siswa laki-laki berseragam batik abu-abu berdiri di depan kelas sedang dimarahi guru perempuan.
Sang guru sempat melayangkan beberapa kali tamparan pada siswa yang mencoba menjelaskan sesuatu pada guru tersebut.
Artikel Terkait
Ditreskrimum Polda NTT Serahkan Tujuh Tersangka Kasus Penyelundupan Manusia ke Kejaksaan Tinggi, Libatkan WNA Asal Cina
Petugas dan Warga Selamatkan Wisatawan Belanda Terjebak di Bukit Meang Lombok Barat
Terlibat Kasus Ini, Ibu Rumah Tangga Berstatus Bebas Bersyarat Ditangkap Lagi!
Terungkap! Pemuda di Balik Pencurian 10 Unit Handphone dari Paket Salah Alamat, Polisi Beberkan Fakta Mengejutkan!
Selama 7 Hari, 255 Knalpot Tidak Sesuai Standar Diamankan Polisi, Bagaimana Bisa Sebanyak Ini?