Baca Juga: Polri Bentuk Satgas Khusus Usut Dugaan Penyelewengan Dana PON XXI sumut
Sementara itu, Harun Al Rasyid selaku ketua Tim menyatakan bahwa dari pemantauan 12 titik dilapangan, mayoritas sudah termanfaatkan.
Namun kata dia, masih terdapat beberapa kendala seperti yang disampaikan kelompok Tani (poktan), dalam dialog bersama Pemkab Manggarai Barat.
Kendala yang dihadapi para petani bervariasi seperti yang disampaikan oleh, Konstantinus salah satu Poktan dari kecamatan Kuwus.
Konstantinus menyampaikan bahwa terkait harga barang di toko, seperti semen, terkadang poktan menggunakan harga Kabupaten (lebih rendah).
Sedangkan dilapangan, tambah dia harga angkutnya melebihi anggaran patokan kabupaten.
Menjawabi itu, Satgassus menyarankan kepada Pemda, untuk membuat patokan harganya tidak hanya 1, tapi 3.
"Misal, agar setiap kecamatan bisa memilih yang harganya mendekati, sebab ini kecamatannya banyak. Sedangkan kepada poktan disarankan agar jika ada harga yang berbeda dari patokan, ditulis riilnya dan disimpan kwitansinya. Supaya ketika ada pemeriksaan bisa disampaikan dengan jujur," kata Harun.
Hal yang sama juga disampaikan oleh Simplisius Jahali, Poktan dari Kecamatan Boleng.
Simplisius berharap agar pengawasan terkait pencairan, jangan sampai ada penyelewengan.
Artikel Terkait
Pesan Wakapolda NTT untuk yang Gagal Terpilih dalam Seleksi PAG 2024, 57 Bintara Tinggi Polda NTT Lulus Seleksi
Hari Ini Pengumuman Seleksi CPNS 2024: Bagaimana Cara Cek Kelulusan? Ini Jadwal Lengkapnya!
Agus Yudhoyono Tegaskan Komitmen Tuntaskan Program Prioritas di Tengah Akhir Masa JabatanPresiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin
Marak Kasus Bullying di Sekolah, DPR Dorong Perkuat Ekskul Sebagai Pendidikan Karakter
Pemerintah Diminta Bertanggung Jawab Terus Berulangnya Puluhan WNI Korban TPPO di Myanmar