Insiden Penembakan PMI di Malaysia! Uya Kuya Desak Pemerintah Bongkar Jaringan Mafia Ilegal

Photo Author
Tarwan Stanis, Reportase NTT
- Kamis, 30 Januari 2025 | 06:41 WIB
Anggota Komisi IX DPR, Surya Utama alias Uya Kuya. (Foto tangkapan layar instagram King_Uya Kuya)
Anggota Komisi IX DPR, Surya Utama alias Uya Kuya. (Foto tangkapan layar instagram King_Uya Kuya)

REPORTASENTT.COM, JAKARTA- Anggota Komisi IX DPR, Surya Utama alias Uya Kuya, menyayangkan insiden penembakan terhadap lima Pekerja Migran Indonesia (PMI) oleh Agensi Penguatkuasa Maritim Malaysia (APMM) di perairan Tanjung Rhu, Malaysia.
 
Insiden yang terjadi pada, Jumat (24/1/2025) tersebut mengakibatkan satu PMI meninggal dunia, sementara empat lainnya terluka, termasuk satu dalam kondisi kritis.

Uya Kuya mengkritik lambannya akses kekonsuleran yang diberikan oleh Malaysia kepada perwakilan Indonesia untuk bertemu para korban.
 
Baca Juga: Banjir dan Tanah Longsor Terjang Madiun, 18 Jenazah Hanyut

“Karena yang saya dengar, konsuler masih belum bisa diizinkan bertemu untuk mendengar penjelasan dari pihak WNI yang luka-luka. Jadi baru dapat izin itu hari Rabu untuk bertemu mereka. Jadi sangat disesalkan. Jangan sampai ada yang ditutup-tutupi,” ujar Surya Utama dalam keterangan dilansir melalui Parlementaria, Kamis (30/1/2025).

Uya mendesak otoritas Malaysia untuk menyelidiki kasus ini secara menyeluruh dan objektif.
 
Ia menegaskan bahwa hubungan baik antara Indonesia dan Malaysia selama ini harus menjadi dasar untuk penuntasan kasus ini tanpa ada informasi yang ditutupi.
 
Baca Juga: Mengejutkan! Kasus Ayah di Ende Diserahkan ke Kejaksaan atas Dugaan Kejahatan Berat

“Jadi kita minta Malaysia juga harus tuntaskan kasus ini secara menyeluruh dan fair. Dengan objektif lah. Dan segera beri izin kepada PMI yang luka-luka bertemu dengan konsuler kita,” tegas Politisi Fraksi PAN ini.

Sementara itu, ia juga memahami Malaysia memiliki hak untuk menegakkan hukum di wilayahnya, tetapi ia mengkritik penggunaan kekuatan berlebihan dalam penanganan insiden tersebut.
 
“Kita sangat sayangkan ini terjadi. Walaupun di satu sisi ini adalah hak dari Pemerintah Malaysia untuk menegakkan hukum di sana, tapi di satu sisi kan kita menyesalkan kenapa sampai ada korban,” tambahnya.
 
Baca Juga: Di Perairan Utara Papua: TNI AL Kerahkan CN235 MPA P-8303 untuk Patroli Udara!

Di sisi lain, ia mendorong Pemerintah Indonesia untuk meningkatkan pengawasan terhadap praktik ilegal pengiriman PMI yang dilakukan oleh calo dan mafia.
 
Uya mengungkapkan, masih banyak PMI yang diberangkatkan secara ilegal melalui jalur alternatif, seperti Kalimantan, meskipun pengawasan di perbatasan Batam telah diperketat.
 
“Karena kebanyakan yang diberangkatkan adalah orang-orang yang tidak punya pengetahuan secara benar, tidak teredukasi baik tentang pekerja legal itu gimana," katanya.
 
 
Sampai sana tambah Uya, mereka dipekerjakan di ladang, di tempat-tempat di pabrik, gaji kadang tidak dikasih.
 
"Pulang pun enggak bisa,” ungkapnya.

Editor: Tarwan Stanis

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X