Banjir dan Tanah Longsor Terjang Madiun, 18 Jenazah Hanyut

Photo Author
Tarwan Stanis, Reportase NTT
- Kamis, 30 Januari 2025 | 06:10 WIB
Warga saat menyaksikan Jembatan arah makam bedilan sumbersoko Mejayan Madiun jatim hanyut dibawa arus besar. (Foto Facebook Romo Suwito)
Warga saat menyaksikan Jembatan arah makam bedilan sumbersoko Mejayan Madiun jatim hanyut dibawa arus besar. (Foto Facebook Romo Suwito)

 

REPORTASENTT.COM, MADIUN- Hujan deras yang mengguyur Madiun pada Selasa (28/1/2025) malam mengakibatkan banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah.

Salah satu dampak terparah terjadi di makam yang terletak di Desa/Kecamatan Mejayan, di mana longsor menyebabkan 18 jenazah hanyut terbawa arus sungai.

Kepala Desa Mejayan, Gunawan, membenarkan kejadian tersebut saat dilansir Tribratanews pada, Rabu (29/1/2025).

 Baca Juga: Mengejutkan! Kasus Ayah di Ende Diserahkan ke Kejaksaan atas Dugaan Kejahatan Berat

“Benar, makam di Desa Mejayan longsor, dan ada 18 jenazah yang hanyut,” ujarnya.

Gunawan menjelaskan bahwa makam tersebut diperuntukkan bagi warga Kelurahan Krajan, meskipun lokasinya berada di wilayah Desa Mejayan.

“Untuk pendataan makam yang hilang akibat banjir, saat ini masih dilakukan oleh pihak Kelurahan Krajan. Jika terkait data ahli waris, bisa langsung menghubungi Lurah Krajan, karena Desa Mejayan hanya sebagai lokasi,” tambahnya.

 Baca Juga: Geger Isu Penculikan Anak di Ende, Polisi Ungkap Fakta Sebenarnya!

Selain kejadian di Mejayan, banjir juga melanda Kecamatan Saradan akibat tingginya curah hujan di kawasan Gunung Wilis, Madiun.

Tanah longsor juga terjadi di Desa Tawangrejo, Kecamatan Gemarang, serta di Desa/Kecamatan Kare.

Tanah longsor di Desa Kare sempat menutup akses jalan dari Madiun menuju objek wisata Telaga Ngebel.

 Baca Juga: Pedoman Etika Penggunaan AI Jurnalistik: Transparansi dan Integritas di Era Teknologi

Saat ini, tim gabungan dari BPBD, TNI, dan Polri masih melakukan pembersihan material longsor dan lumpur guna memulihkan jalur transportasi serta meminimalkan dampak lebih lanjut dari bencana tersebut.

Halaman:

Editor: Tarwan Stanis

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X